Semangat Kemanusiaan di Atas Ring: Fight For A Cure Keempat Sukses Digelar di Nuanu Creative City

Nuanu Social Fund (NSF) menunjukkan komitmen yang semakin kuat dengan meningkatkan dukungannya untuk inisiatif tahunan dari Germ Cell.

3 Oktober 2026, 20:19 WIB

Tabanan – Ajang amal olahraga dan kemanusiaan Fight For A Cure kembali diselenggarakan untuk edisi keempatnya di Block 42, Nuanu Creative City, Bali.

Acara yang berlangsung pada Sabtu, 3 Oktober 2026 ini berhasil mempertemukan lebih dari 30 pusat kebugaran (gym) dari seluruh Bali, 40 petarung, serta dihadiri oleh lebih dari 1.500 pendukung dengan satu misi utama: menggalang dana dan dukungan untuk riset kanker.

Tahun ini, Nuanu Social Fund (NSF) menunjukkan komitmen yang semakin kuat dengan meningkatkan dukungannya untuk inisiatif tahunan dari Germ Cell.

NSF menggelontorkan dana hingga hampir Rp117 juta (sekitar US6.500), yang nilainya melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan kontribusi tahun lalu sebesar Rp45 juta (sekitar US2.500).

Peningkatan ini mencerminkan investasi berkelanjutan NSF pada program berbasis komunitas yang memberikan dampak sosial secara terukur.

Dampak dari inisiatif ini kini semakin luas dirasakan. Hingga saat ini, Germ Cell tercatat telah menyalurkan sekitar Rp1,5 miliar (US$83.000) untuk mendukung riset kanker global.

Dana tersebut disalurkan untuk kegiatan di lembaga riset kanker terkemuka dunia, Chris O’Brien Lifehouse, serta mendanai penelitian khusus yang dipimpin oleh Dr. Kim Alexander dan Profesor Jeremy Crook.

Riset yang didukung oleh Germ Cell berfokus pada penanganan tantangan-tantangan sulit dalam dunia medis, mulai dari deteksi dini dan pengenalan kekambuhan hingga pengembangan terapi agresif.

Dr. Kim Alexander saat ini tengah meneliti efektivitas tes darah sederhana dalam mendeteksi kembalinya glioblastoma sekaligus memantau respons pasien. Sementara itu, Profesor Jeremy Crook mengkaji metode inovatif agar obat kanker dapat menjangkau sel tumor secara lebih presisi dan efektif.

Fight For A Cure sendiri didirikan oleh Kai Suteja, seorang penyintas kanker yang telah dua kali berhasil melawan penyakit mematikan tersebut. Berawal dari gerakan komunitas kebugaran di Bali, ajang ini berkembang menjadi platform penggalangan dana tinju tahunan yang menyatukan para petarung, pemilik gym, pelaku usaha lokal, dan masyarakat luas.

Nuansa emosional dan personal sangat terasa di atas ring pertarungan tahun ini. Sejumlah petarung mendedikasikan laga mereka untuk orang-orang terkasih.

Anatoli dari Lions MMA bertarung untuk mengenang bibinya yang meninggal akibat kanker darah saat ia masih kecil, sementara Jake dari The Block mendedikasikan pertandingannya bagi kedua orang tuanya yang berhasil menjadi penyintas kanker. Kisah-kisah ini menegaskan  acara ini bukan hanya kompetisi olahraga, melainkan wujud solidaritas kolektif.

“Banyak petarung yang naik ring untuk mewakili mereka yang tidak bisa melakukannya sendiri. Menang atau kalah, kemenangan yang sebenarnya adalah dana yang berhasil kami kumpulkan untuk mendukung riset kanker,” ujar Kai Suteja, Founder Germ Cell.

Kepala Nuanu Social Fund, Ida Ayu Astari Prada, menyampaikan  peningkatan dukungan finansial ini diberikan karena Fight For A Cure telah membuktikan konsistensi serta efektivitasnya dalam menggerakkan komunitas Bali.

Menurutnya, acara ini sukses menjembatani semangat gotong royong lokal dengan aksi nyata yang berdampak langsung bagi kemajuan riset medis pasien kanker.

Dengan suksesnya penyelenggaraan edisi keempat ini, Fight For A Cure terus memperkokoh posisinya sebagai gerakan kolaboratif yang inspiratif—membawa semangat kebugaran dari atas ring untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa di luar ring. ***

 

Berita Lainnya

Terkini