Dukung Konservasi, 100 Bibit Tanaman dari Kebun Raya Bali Ramaikan Penghijauan di Nuanu

Kebun Raya Eka Karya Bali turut mendukung program penanaman 1.000 pohon di Nuanu Creative City dengan menyumbangkan 100 bibit tanaman.

28 Mei 2026, 09:58 WIB

Tabanan – Kawasan Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, kini semakin asri! Pada Selasa (26/5/2026), Kebun Raya Eka Karya Bali turut mendukung program penanaman 1.000 pohon di kawasan tersebut dengan menyumbangkan 100 bibit tanaman.

Langkah ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara lembaga konservasi dan sektor kreatif untuk menjaga lingkungan di tengah pesatnya pembangunan di Bali.

Jenis pohon yang dipilih pun sangat spesial dan punya makna mendalam bagi warga Bali, yaitu Majegau, Buni, dan Cempaka.

Ketiga tanaman ini dipilih bukan tanpa alasan. Selain berfungsi sebagai paru-paru lingkungan, pohon-pohon tersebut sudah lama menjadi bagian penting dari tradisi, upacara adat, hingga obat-obatan tradisional masyarakat Bali.

Branch Manager Kebun Raya Eka Karya Bali, I Dewa Putu Pasnadi Putra, menyebut partisipasi pihaknya dalam program tersebut merupakan implementasi nyata dari pilar konservasi dan jasa lingkungan yang selama ini dijalankan Kebun Raya Bali.

“Dalam kegiatan penanaman 1.000 pohon, Kebun Raya Eka Karya Bali menyumbangkan tiga jenis tanaman yaitu Majegau, Buni, dan Cempaka,” kata Dewa Putu Pasnadi.

Ia menjelaskan, Majegau atau Dysoxylum densiflorum memiliki nilai penting bagi masyarakat Bali karena kerap digunakan dalam upacara agama Hindu dan pengobatan tradisional.

Tanaman ini juga dikenal memiliki kandungan antibakteri dan sitotoksik.

Pihak Kebun Raya Bali berharap aksi ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus peduli pada alam.

Kolaborasi ini membuktikan, pembangunan kawasan wisata dan industri kreatif tetap bisa berjalan beriringan dengan komitmen menjaga kelestarian bumi dan warisan budaya kita.

Nuanu, inisiatif ini mencerminkan filosofi pengembangan yang lebih luas: bahwa pertumbuhan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, infrastruktur, atau jumlah pengunjung, tetapi juga dari kesehatan ekosistem di sekitarnya.

“Sebagai sebuah pengembangan kawasan, Nuanu bisa dijelaskan dengan sederhana: ketika semuanya selesai dibangun, jumlah pohon di sini akan lebih banyak dibanding saat kami memulainya. Bagi kami, hari ini menjadi simbol dari hal-hal yang kami upayakan setiap hari — menanam pohon yang akan tumbuh bersama Nuanu, menghormati alam, dan menjaga biodiversitas asli Bali. Pada dasarnya, Nuanu ingin menjadi platform di mana hal-hal luar biasa yang sudah dimiliki Bali dapat terus tumbuh dan berkembang.” ujar Lev Kroll, CEO Nuanu Creative City

Pihaknya percaya alam harus menjadi bagian penting dari setiap pengembangan kawasan. Yang membuat inisiatif 1.000 pohon ini istimewa adalah karena kami melakukannya bersama komunitas dan para partner.

“Kami selalu terinspirasi oleh bagaimana alam dapat mempertemukan banyak orang, karena setiap pohon memiliki ceritanya sendiri, dan Nuanu dibangun dari cerita-cerita tersebut.” tambah Lev Kroll.

Melalui Magic Garden, Nuanu terus mengembangkan ruang hijau yang tidak hanya bersifat estetis, tetapi juga ekologis dan edukatif.

Inisiatif Penanaman 1.000 Pohon melanjutkan pendekatan tersebut dengan menghadirkan spesies lokal yang relevan dengan ekosistem Bali ke dalam lanskap sehari-hari Nuanu, sehingga masyarakat, pengunjung, dan komunitas dapat berinteraksi lebih dekat dengan alam dalam kehidupan sehari-hari.

Inisiatif ini juga didukung oleh Nuanu Social Fund, platform dampak sosial dan lingkungan dalam ekosistem Nuanu.

NSF menjalankan berbagai program berbasis komunitas, inisiatif keberlanjutan, serta kolaborasi jangka panjang yang menghubungkan perkembangan Nuanu dengan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.***

Berita Lainnya

Terkini