SPMAA Gelar Bhakti Sosial Kesehatan di Lombok

11 April 2016, 16:54 WIB

SPMAA%2BLombok

Kabarnusa.com– Yayasan Sumber Pendidikan Mental Agama Allah (SPMAA) yang berpusat di Lamongan, Jawa Timur, tahun 2016 ini membuka cabangnya ke 59 di Kabupaten Lombok Barat, NTB.

Mengawali kegiatannya di Bumi Gora, SPMAA Lombok menggelar Bhakti sosial kesehatan di Dusun Batu Rimpang Utara, Desa Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, Senin (11/4/2016).

Direktur SPMAA Pusat H. Gus Khosin Koco Woro Brenggolo di sela-sela kegiatan Bhakti Sosial  mengungkapkan, Yayasan SPMAA merupakan yayasan nirlaba yang berusaha untuk membantu dan peduli terhadap masyarakat tanpa memandang suku, agama, ras dan antargolongan.

“Saat ini SPMAA  sudah ada di 18 Provinsi di Indonesia dan memiliki 59 cabang di kota atau kabupaten,” tegasnya.

Tiga program utama yang dilaksanakan oleh Yayasan SPMAA adalah Program sosial, lingkungan hidup dan pendidikan. “Bhakti Sosial ini merupakan salah satu program sosial yang dilakukan oleh SPMAA secara berkala dan berkelanjutan di berbagai lokasi,” katanya.

Khusus untuk kegiatan Bhakti sosial kesehatan yang mengusung thema “Mendukung Kesehatan Fisik dan Psikis Masyarakat Demi Kebahagian Umat Dunia Akhirat” ini, SPMAA Lombok mengadakan pemeriksaan dan pengobatan gratis, pemeriksaan mata dan pemberian kaca mata gratis, serta pengobatan dengan terapi bekam.

Terkait kegiatan tersebut, Kepala Desa Jembatan Kembar H. Lalu Muh. Sutrawan Burhan memberikan apresiasi dan dukungannya. “Kegiatan bhakti sosial ini perlu didukung karena memberikan manfaat positif kepada warga masyarakat,” katanya saat dirinya akan mengikuti terapi pengobatan bekam yang dilaksanakan SPMAA Lombok.

Pengamatan Kabarnusa, dalam kegiatan Bhakati Sosial tampak ratusan warga masyarakt datang untuk melakukan pengobatan. Berdasarkan catatan panitia, untuk pengobatan medis dari target 150 orang datang 159 orang. Pemeriksaan mata dan kaca mata, dari target 150 orang datang 200 orang. Sedangkan pengobatan dengan terapi bekam yang ditargetkan 25 orang, terealisasi 45 orang.

“Alhamdulillah, respon warga masyarakat cukup antusias. Kami sempat kewalahan, namun semua terlayani dengan baik,” ujar H. Warso, salah seorang panitia bagian logistik. (gus)

Artikel Lainnya

Terkini