Yogyakarta – Mahasiswi Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Marlyn Ivana Trigita, mencatatkan prestasi akademik dengan menjadi lulusan sarjana tercepat pada wisuda periode Februari 2026.
Marlyn berhasil menuntaskan masa studinya hanya dalam 3 tahun 2 bulan 1 hari, lebih singkat dibandingkan rata-rata masa studi sarjana yang mencapai 4 tahun 2 bulan.
Marlyn resmi menyelesaikan studi pada 23 Februari 2026 dan dinobatkan sebagai wisudawan tercepat di antara 1.201 lulusan program sarjana.
Dia mengungkapkan pencapaian tersebut merupakan hasil dari strategi belajar yang terarah serta fokus dalam penyusunan tugas akhir.
“Strateginya adalah fokus ke skripsimu. Data yang saya gunakan adalah data sekunder yang sudah dipublikasikan dan divalidasi, sehingga proses pengumpulan data lebih efisien,” ujarnya, Selasa (10/3).
Dalam skripsinya, Marlyn meneliti isu kesehatan mental perempuan dalam konteks relasi kuasa di keluarga.
Karya ilmiah berjudul ‘Peran Otonomi Pengambilan Keputusan terhadap Peluang Terjadinya Depresi pada Perempuan Menikah di Indonesia’ itu menganalisis hubungan antara tingkat otonomi perempuan dalam pengambilan keputusan rumah tangga dan risiko depresi.
Penelitian ini terinspirasi dari pemikiran filsuf Michel Foucault tentang relasi kuasa serta teori self-determination dalam psikologi.
Penelitian menggunakan data sekunder dari Indonesian Family Life Survey (IFLS) gelombang kelima yang memuat ribuan responden.
Marlyn mengakui proses data cleaning menjadi tantangan tersendiri karena jumlah variabel yang sangat beragam.
Selain itu, ia menyoroti fenomena shadowed autonomy, yakni kondisi ketika perempuan tampak terlibat dalam pengambilan keputusan, namun tidak sepenuhnya berdasarkan kehendak pribadi.
Keberhasilan Marlyn tidak lepas dari dukungan dosen pembimbing yang responsif serta lingkungan pertemanan yang suportif.
“Dosen pembimbing sangat fleksibel dan kritis, sehingga proses bimbingan berjalan efektif. Teman-teman juga selalu mendukung,” katanya.
Marlyn menekankan, skripsi merupakan proyek penelitian pertama yang menuntut keseriusan dalam waktu relatif singkat.
Ia berpesan agar mahasiswa memahami topik dan metode penelitian sejak awal.
“Pelajari topik dan metode sebaik mungkin. Tidak perlu jadi yang tercepat, lakukan sebaik mungkin,” pungkasnya.***

