Terlempar di Piala Presiden, Begini Sikap Manajemen Bali United

20 Februari 2017, 07:44 WIB
pieter%2Btanuri%2Bdan%2Byabes%2Btanuri
Owner Bali United Pieter Tanuri (kanan) didampingi CEO Bali United Yabes Tanuri (foto:kabarnusa)

DENPASAR – Kendati sebagai tuan rumah Grup D gagal melenggang di Piala Presiden 2017 pihak Manajemen Bali United masih memberikan kesempatan kepada pelatih kepala Hans Peter Schaller bersama tim asuhnya untuk berbenah diri menyambut liga mendatang.

Hal itu disampaikan owner Bali United Pieter Tanuri ditanya sikap dia terkait terpentalnya tim Serdadu Tridatu di ajang Piala Presiden setelah dikalahkan Barito Putra 1-2. Menurut Pieter, hasil yang dicapai dalam laga Piala Presiden bagian sejarah yang mesti dilewati.

“Buat saya kita harus belajar melihat apa yang sudah menjadi sejarah,” katanya kepada awak media usai coaching clinic meet and greet dan launching indomie sambal matah di Denpasar, Minggu (19/2/17). Hasil buruk itu, tidak bisa langsung dialamatkan kepada pelatih kepala Hans Peter Schaller. Atau, tidak bisa dibandingkan dengan pelatih sebelumnya Indra Sfafri.

Malahan jika itu parameternya, lanjut Pieter, dari sisi ilmu kepelatihan Hans Peter tidak kalah dengan Indra yang kini mengarsiteki Timnas. “Secara ijazah atau sertifikasi pelatih UEFA profesional dimiliki Hans Peter, saya tidak ragukan lah soal ilmu kepelatihan,” tandasnya didampingi CEO Bali United Yabes Tanuri.

Bagi Pieter, hasil laga Piala Presiden, menjadi pembelajaran bagaimanapun, hasil racikan antar pelatih itu bisa berbeda satu sama lain. Tentunya, setiap pelatih dengan gaya dan pola racikan yang dimainkan, bertujuan baik ingin menorehkan prestasi.

Hanya saja, sekali lagi, itu semua berproses membutuhkan waktu. Karenanya, jalan terbaik yang bisa ditempuh saat ini, dengan memberikan kesempatan dan waktu bagi pelatih asal Austria itu untuk menyelesaikan tugasnya dalam mendandani skuad Bali United.

Tidak juga, lantas hasil jeblok itu solusinya langsung dengan mengganti pelatih atau pemain. Jika itu dilakukan maka justru tidak akan mendapatkan tim terbaik.

“Ya kita berikan kepada Hans Peter agar diselesaikan dahulu tugasnya, Kasih waktu dua bulan apakah gaya kepelatihannya bisa memberikan dampak atau tidak bagi performa tim, start dua bulan ini akan kita lihat,” tukas dia.

Dirinya bisa memaklumi kekecewaan publik atau pendukung para supporter semeton Bali United yang memberikan dukungan luar biasa , tak kenal lelah kepada pasukan Serdadu Tridatu.

“Saya yakin itu, kami mohon maaf kepada publik, tetapi harus bersabar, dia (pelatih) baru mulai, saya yakin dengan disiplin ilmu kepelatihan dan background dia, akan bisa memberikan jauh yang lebih baik dari Indra Sjafri,” tutup Pieter. (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini