Tren Baru Liburan Berkelas: Wisatawan Mancanegara Ramai-Ramai ‘Tinggalkan’ Mobil Pribadi Demi Kereta Api

Kereta api kini resmi menjadi "pilihan utama" bagi wisatawan mancanegara (WNA) untuk menyesap keindahan Jawa Tengah dan DIY.

8 Januari 2026, 08:39 WIB

Yogyakarta– Pesona Yogyakarta dan Solo sebagai magnet wisata budaya di Indonesia kian tak terbendung. Sepanjang musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, wajah-wajah pelancong dari berbagai belahan dunia tampak memadati peron stasiun.

Kereta api kini resmi menjadi “pilihan utama” bagi wisatawan mancanegara (WNA) untuk menyesap keindahan Jawa Tengah dan DIY.

Data terbaru dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta mencatat tren yang menggembirakan. Sebanyak 13.111 penumpang asing tercatat menggunakan layanan kereta api pada periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

Angka ini mengalami kenaikan signifikan sebesar 6 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menegaskan bahwa lonjakan ini bukan sekadar angka statistik, melainkan sinyal kuat kepercayaan dunia terhadap transportasi publik Indonesia.

“Data ini menunjukkan minat tinggi wisatawan internasional terhadap transportasi publik berbasis rel, sekaligus menjadi indikator positif bagi pemulihan ekonomi daerah,” ujar Feni pada Rabu (7/1/2026).

Feni merinci, pergerakan penumpang WNA ini tersebar hampir merata antara keberangkatan dan kedatangan. Stasiun Yogyakarta (Tugu) tetap menjadi primadona utama dengan melayani lebih dari 4.800 penumpang asing, disusul oleh Stasiun Solo Balapan dan Stasiun Lempuyangan.

Tren pergeseran dari transportasi pribadi ke moda massal ini dipicu oleh beberapa faktor kunci yang kini setara dengan standar internasional:

Keamanan & Ketepatan Waktu: Menjadi prioritas utama pelancong dari Eropa dan Asia Tenggara.

Kenyamanan Maksimal: Fasilitas yang bersih dan layanan prima di atas gerbong.

Integrasi Moda: Kemudahan akses dari stasiun menuju destinasi wisata unggulan.

Wisatawan kini mencari efisiensi. Integrasi layanan kami membuat mereka mudah menjelajahi destinasi budaya tanpa harus terjebak kemacetan,” tambah Feni.

Tak ingin berpuas diri, Daop 6 Yogyakarta terus bersolek demi memberikan pengalaman berkesan bagi turis global. Berbagai fasilitas kelas dunia kini hadir di stasiun, mulai dari:

Digitalisasi Layanan: Aplikasi pemesanan tiket berbahasa Inggris yang intuitif.

Kektivitas: Akses WiFi gratis berkecepatan tinggi di area stasiun.

Sentuhan Personal: Pelatihan khusus bagi petugas garda depan agar fasih melayani penumpang asing, hingga pemberian cenderamata khas Indonesia.

“Kami ingin setiap penumpang, baik domestik maupun internasional, pulang membawa cerita indah tentang layanan kereta api Indonesia yang prima,” pungkas Feni. ***

Berita Lainnya

Terkini