Yogyakarta – Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menyelenggarakan forum tahunan Global Innovation and Future Technology Summit (GIFTS) 2026 yang berlangsung di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM pada 21–22 Oktober 2026.
Ajang internasional yang digerakkan oleh UGM Science Techno Park bersama Direktorat Pengembangan Usaha (DitPU) UGM ini menjadi wadah strategis dalam menghubungkan ratusan startup serta produk riset berbasis kampus secara langsung dengan investor dan pelaku industri.
Antusiasme ekosistem inovasi ini dibuktikan dengan ditandatanganinya lebih dari 51 dokumen kerja sama sepanjang acara, meliputi Memorandum of Understanding (MoU), Letter of Intent (LoI), Non-Disclosure Agreement (NDA), hingga Perjanjian Kerja Sama (PKS). Forum penting ini juga disaksikan secara daring oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek, Fauzan Adziman.
Direktur Direktorat Pengembangan Usaha UGM, Prof. Wiratni, menegaskan kolaborasi lintas sektor merupakan langkah konkret universitas untuk mengakselerasi hilirisasi hasil riset akademisi.
Melalui kemitraan strategis bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin), UGM optimistis proses pengenalan inovasi ke pasar dapat berjalan lebih terarah.
“Kalau selama ini UGM berusaha menghilirkan ribuan inovasi per tahun secara mandiri, sekarang dengan bergandengan tangan bersama Kadin, kami berharap proses hilirisasi ini menjadi lebih efisien dan terarah,” ujar Prof. Wiratni saat memberikan keterangan dalam konferensi pers penutupan GIFTS, Kamis (22/10/2026).
Prof. Wiratni menjelaskan, di bawah skema Promoting Research and Innovation through Modern and Efficient Science and Technology Parks (PRIME STeP), Kadin DIY mengurasi sebanyak 177 hasil riset dan inovasi UGM. Dari jumlah tersebut, 100 inovasi berhasil melenggang ke tahap business matchmaking dan 27 di antaranya sukses mengamankan mitra strategis. Selain riset kampus, antusiasme tinggi juga datang dari para perintis usaha muda. Dari 204 startup asal Yogyakarta, Bali, Surabaya, Bandung, hingga Jakarta yang mendaftar dalam rangkaian speed dating, sebanyak 79 startup dinyatakan lolos kurasi untuk berjejaring langsung dengan investor potensial.
Menariknya, pengembangan riset dalam GIFTS 2026 tidak hanya berfokus pada kecanggihan teknologi semata. Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Danang Sri Hadmoko, menekankan pentingnya menyelaraskan inovasi dengan kearifan lokal, sejalan dengan tema yang diusung tahun ini, yakni Cultivation: Culture, Innovation, Business Acceleration.
“Keberhasilan suatu teknologi tidak hanya ditentukan oleh keunggulan teknisnya, tetapi yang tidak kalah penting adalah kesesuaian dengan nilai-nilai, norma, kearifan lokal, serta kebutuhan masyarakat pengguna. Oleh karena itu, aspek culture menjadi sangat penting dalam inovasi,” tutur Danang.
Pendekatan berimbang ini diperkuat dengan strategi baru UGM yang mendorong penyerapan riset berbasis kebutuhan pasar (market-driven). Direktur Utama GIK UGM, Alfatika Aunuriella Dini, mengungkapkan bahwa pihak UGM secara khusus mengundang jajaran BUMN hingga BUMD, seperti Jasa Marga, untuk mendengarkan langsung presentasi (pitching) hasil riset dosen dan mahasiswa. Alfatika menilai sinergi ini sangat krusial mengingat peran penting pemerintah dan badan usaha sebagai regulator serta penggerak pasar nasional.
“Tahun ini misi kita sedikit dibalik. Hilirisasi harus berangkat dari kebutuhan nyata di industri. Kita mendatangkan industrinya langsung untuk mendengarkan langsung pitch atau hasil riset dosen dan mahasiswa yang relevan dengan kebutuhan mereka,” kata Alfatika.
Langkah responsif dari sektor industri tersebut disambut hangat oleh pihak swasta dan dunia usaha. Perwakilan Kadin DIY, Aryo Wibowo, mengapresiasi komitmen nyata yang terjalin antara pelaku usaha dan para peneliti UGM selama kegiatan berlangsung. Menurut Aryo, forum ini berhasil menelurkan komitmen konkret berupa penandatanganan 11 MoU antara perusahaan di bawah naungan Kadin dengan akademisi UGM yang mencakup 32 topik penelitian untuk ditindaklanjuti, di samping penandatanganan PKS yang diselesaikan secara mendadak di lokasi acara.
Sebagai komitmen jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan ekosistem inovasi ini, UGM tengah menyiapkan fasilitas virtual office di area GIK UGM. Layanan modern ini ditargetkan beroperasi resmi pada tahun 2027 mendatang untuk menjadi pusat titik temu (melting point) utama bagi para pengusaha, peneliti, dan lembaga pendanaan (venture capital).***

