Denpasar,Tokoh nasional Anas Urbaningrum serta Kelompok Ahli Gubernur Bali Trisno Nugroho narasumber guna membedah strategi masa depan ekonomi digital.
Rangkaian Acara berlangsung di Wistara Cafe Family Denpasar (22/10/2026) dengan mengusung tema “Tranformasi digital keuangan menuju era siber, peluang atau ancaman bagi UMKM”.
Badan pengurus wilayah Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) sukses menggelar acara Milad HIPKA ke-16.
Acara yang juga di hadiri langsung Ketua BPW HIPKA provinsi Bali Habib Setyo Prayogo, Sekretaris H.Azizzdin, Bendahara Roby Wardana Kusuma serta seluruh jajaran pengurus inti BPW Bali dan BPD se-Bali serta di pandu moderator Nur Ariyanto
Dengan memotivasi serta membakar semangat juang kader HMI guna mengambil peluang strategis dalan membangun bangsa dan negara, pengabdian tidak mesti lewat jalur politik praktis namun bisa melalui jalur yang lain di antaranya dengan menjadi enterpreneur muda atau kemandirian ekonomi.
“Sumbangsih kepada bangsa dan negara tidak harus lewat jalur Politik praktis, kader HMI juga bisa berperan aktif dengan berkarya dan menjadi pengusaha sukses dan mandiri” ungkap Anas Urbaningrum
Trisno Nugroho selaku Kelompok Ahli Gubernur Bali menyampaikan perlunya adaptasi bagi semua pelaku usaha di pulau Bali
“kita tidak bisa menghindar dari perubahan zaman, AI (artificial intellegence) bukan ancaman tinggal bagaimana kita menyikapi dengan bijaksana guna membantu semakin berkembangnya usaha dengan mengikuti era dan masa”
Tidak hanya berhenti pada diskusi inspiratif, momentum Milad ke-16 ini juga ditandai dengan langkah nyata melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama strategis antara HIPKA Bali dan HIPKA Karangasem.
Kolaborasi ini diinisiasi untuk memperkuat penciptaan wirausaha-wirausaha baru di daerah. Nantinya, para pelaku usaha tersebut akan langsung dibina di bawah naungan HIPKA Karangasem Raya melalui program pendampingan khusus yang berfokus pada pengembangan pengusaha inklusif.
Melalui perayaan Milad ke-16 ini, BPW HIPKA Provinsi Bali optimis dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang adaptif, inovatif, serta merangkul seluruh lapisan masyarakat secara luas dan merata.***

