Wagub Sudikerta: Hargai Perbedaan, Jangan Saling Mencaci antar Umat Beragama

26 Maret 2017, 10:42 WIB

DSC 5594

DENPASAR – Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta mengharapkan masyarakat saling menghargai perbedaan dan jangan saling membenci apalagi saling mencaci maki antar umat beragama.

Sebagai negara yang multikultural, toleransi antar umat beragama sangat penting, dalam upaya mewujudkan kedamaian serta kesejahteraan bagi seluruh Rakyat Indonesia. Apalagi, Pulau Bali yang sebagian besar masyarakatnya  beragama Hindu dan menjadi destinasi pariwisata dunia.

Sikap toleransi antar umat beragama haruslah dijunjung tinggi sehingga dapat hidup saling berdampingan dengan damai dengan umat beragama lainnya baik itu umat Islam, Kristen, Katolik, Budha maupun Kong Hu Cu.

Untuk itu, Sudikerta berharap Ke depan toleransi yang ada dan terbina diharapkan terus dipupuk sehingga seluruh masyarakat akan hidup  berdampingan dengan damai dan membangun Bali secara bersama sama.

“Hargai perbedaan, mari hidup dalam keharmonisan. Jangan sampai kita saling benci maupun saling mencaci maki antar umat beragama,” pesan Sudikerta dalam sambutannya pada acara pelantikan Tasykil Pimpinan Wilayah Persatuan Islam ( PERSIS) Provinsi Bali masa bakti 2017-2021, di Hotel Santhi Denpasar, Sabtu (25/3/17).

Didampingi Kepala Biro Pemerintah dan Otonomi Daerah Setda Provinsi Bali Jayadi Jaya, Sudikerta mengajak seluruh masyarakat mewujudkan kehidupan yang harmonis dengan berpedoman pada empat pilar kebangsaan kita yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945 serta NKRI.

Terkait pelantikan pengurus PERSIS Provinsi Bali , Wagub Sudikerta berharap pengurus baru dapat menegakkan ajaran Islam secara utuh dan meningkatkan Iman dan Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dengan begitu,tumbuh sikap dan budi pekerti luhur, berkepribadian, isiplin, tangguh, cerdas dan sehat jasmani dan rohani, dengan tetap menjungjung tinggi nilai kebangsaan yang berdasarkan Pancasila.

Kegiatan ini juga hendaknya dimaknai sebagi ajang instrospeksi diri dan membuka wawasan kita tentang konsep. “Momentum ini hendaknya dijadikan tali pengikat untuk mewujudkan rasa kebersamaan, kebanggan dan keharmonisan,” tuturnya.

Ketua PERSIS Provisni Bali yang baru saja dilantik Syamsul Arifin mengatakan, PERSIS  didirikan dengan tujuan memberikan pemahaman Islam yang sesuai dengan aslinya yang dibawa oleh Rasulullah Saw. Kata dia, Persis mengenalkan Islam yang hanya bersumber dari Al-Quran dan Hadits. Ia menekakan, keberadaan Islam bukan hanya milik umat Islam semata tetapi islam untuk seluruh alam semesta,

Islam akan membawa kedamaian, keamanan serta ketentraman bagi siapa saja. Syamsul menyampaikan. PERSIS Bali siap menjalin hubungan yang baik dengan ormas-ormas lainnya serta pula berkomunikasi dengan tokoh-tokoh adat Bali dan akan memajukan Bali secara bersama sama. (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini