Yogyakarta – Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan pemerintah pusat saat ini memprioritaskan penanganan stunting melalui program makanan bergizi gratis serta percepatan penanggulangan tuberkulosis (TBC).
Program makanan bergizi gratis tersebut digagas bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dengan sasaran menekan angka stunting dan gizi buruk sejak masa kehamilan hingga anak berusia 18 tahun.
Usai bertemu dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Kamis (26/1/2026), Benjamin menyampaikan, proogram ini bertujuan mengurangi stunting sejak persiapan kelahiran hingga masa remaja.
Selain stunting, pemerintah juga menaruh perhatian serius pada pemberantasan TBC. Indonesia saat ini menempati posisi kedua dunia dengan jumlah kasus TBC tertinggi.
Untuk itu, pemerintah bekerja sama dengan pemerintah daerah, termasuk DIY, guna mempercepat penanganan dengan dukungan langsung dari Gubernur.
Benjamin menekankan, percepatan penanggulangan TBC menjadi salah satu *quick win* pemerintah.
Upaya tersebut membutuhkan pendekatan lintas sektor, tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga melibatkan faktor pendukung seperti sanitasi, gizi, dan lingkungan.
Ia menambahkan, pemberantasan TBC bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, melainkan juga memerlukan perbaikan kondisi pendukung.
“Banyak faktor yang harus diperhatikan, mulai dari sanitasi hingga gizi masyarakat,” ujarnya.
Benjamin turut mengapresiasi dukungan penuh Sri Sultan HB X terhadap pelaksanaan program kesehatan nasional di Yogyakarta. Menurutnya, Sultan bahkan ikut memantau langsung jalannya program.
Terkait prevalensi TBC, Benjamin menegaskan bahwa DIY tidak termasuk daerah dengan kasus tinggi. Adapun daerah dengan prevalensi tertinggi meliputi Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan NTT.
Meski demikian, DIY tetap menjadi perhatian karena merupakan daerah perlintasan dan destinasi wisata dengan mobilitas tinggi, sehingga berpotensi menjadi medium penularan penyakit infeksi. ***

