Ada Penambahan 157 Kasus Covid-19 di Bali, 9 Meninggal

31 Desember 2020, 07:00 WIB

Denpasar – Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali mencatat penambahan
kasus terkonfirmasi positif sebanyak 157 orang, 107 orang sembuh, dan 9 pasien
meninggal dunia.

Dari penambahan positif baru itu, 152 orang di antaranya melalui transmisi
lokal dan sisanya pelaku perjalanan dalam negeri. Sampai saat ini, secara
kumulatif terkonfirmasi positif menjadi 17.566 orang, sembuh 16.041 orang
(91,32%) dan meninggal dunia 519 orang (2,95%).

“Kasus aktif per hari ini menjadi 1.006 orang (5,73%) tersebar dalam perawatan
di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan
BPK Pering,” ucap Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa
Made Indra dalam rilis, Rabu (30/12/2020).

Sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, lanjut dia, Gubernur Bali
mengeluarkan Pergub No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang sanksi
administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan.

Besaran denda adalah Rp 100.000 bagi perorangan dan Rp 1.000.000 bagi pelaku
usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Pulihnya kesehatan masyarakat dari wabah Covid-19, ucapnya, merupakan tanda
akan segera pulihnya perekonomian yang sebelumnya anjlok akibat pariwisata
yang mengalami dampak sangat besar.

“Pengendalian dan pencegahan ini adalah tanggung jawab kita bersama. Sinergi
antara Pemerintah, masyarakat dan semua pihak adalah kunci utamanya. Untuk itu
mari bersama kita terapkan protokol kesehatan kapan pun dan di manapun
berada,” tuturnya.

Dewa Made Indra mengingatkan akan pesan ibu “terapkan 3M” yakni memakai masker
di manapun terutama saat berada di tengah keramaian dan sedang mengobrol
(berbicara) dengan orang lain.

Kemudian, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setiap saat karena
aliran air sabun sangat efektif melarutkan virus dan kuman di kulit, serta
ingatlah selalu untuk menjaga jarak dengan orang lain.

Masyarakat agar tetaplah waspada dan patuh jalankan protokol kesehatan di
manapun kita berada. Covid-19 musuh tak kasat mata, mengincar tiap momen
kelengahan.

“Terus patuhi 3M (Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan pakai sabun)
dan dukung upaya 3T (Testing, Tracing, Treatment) dari pemerintah,” tutupnya.
(rhm)

Artikel Lainnya

Terkini