Aktivis UNY Bergerak Tanggapi Penangkapan Mahasiswa dalam Aksi di Polda DIY

Salah seorang perwakilan UNY Bergerak, G, menyayangkan keterlibatan mahasiswa UNY dalam aksi aksi di Polda DIY pada Selasa (24/2) malam.  

25 Februari 2026, 18:46 WIB

Yogyakarta – Aktivis mahasiswa yang tergabung dalam UNY Bergerak menanggapi penangkapan salah satu rekannya, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2025 Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), yang diduga terlibat kericuhan dalam aksi di Polda DIY pada Selasa (24/2) malam.

Perwakilan UNY Bergerak, G, menyayangkan keterlibatan mahasiswa UNY dalam aksi tersebut.

Menurutnya, banyak peserta aksi tidak mengetahui tuntutan yang dibawa serta belum siap secara teknis maupun organisasi.

Ia menegaskan pihaknya telah mengimbau agar mahasiswa memperhatikan kondisi sebelum mengikuti aksi.

Dalam aksi kemarin, tuntutannya tidak jelas dan kesiapan teknis maupun organisasi belum ada.

“Kami khawatir kasus seperti yang menimpa Perdana Arie terulang kembali. Untungnya, mahasiswa yang ditangkap langsung dijemput pihak kampus sehingga tidak berlanjut ke proses hukum,” ujar G, Rabu (25/2).

G juga menyoroti minimnya kontribusi kampus dalam kasus Perdana Arie sebelumnya.

Ia menilai pernyataan civitas UNY yang menyebut kasus tersebut sebagai tindak kriminal memperkuat narasi Polda dan membuat mahasiswa enggan berharap dukungan dari kampus.

Oleh karena itu, UNY Bergerak menekankan pentingnya pendampingan hukum dari pihak kampus agar mahasiswa yang terlibat aksi tidak dirugikan.

“Kampus harus belajar dari kasus Arie dengan memberikan perlindungan hukum. Jangan sampai ada ‘Arie kedua’ di kemudian hari,” tegasnya.

UNY Bergerak berharap kasus tersebut menjadi pelajaran bagi kampus untuk lebih peduli dan siap memberikan perhatian serta pendampingan hukum bagi mahasiswa yang menghadapi persoalan serupa di masa mendatang.***

Berita Lainnya

Terkini