Bahayakan NKRI, Zulkifli Hasan: Stop Opini Meresahkan Masyarakat

8 Februari 2017, 16:36 WIB
zulkifli%2Bhasan%2BKabarnusa
Ketua Majelis Permusyarawatan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan (dok.Kabarnusa)

JAKARTA – Ketua Majelis Permusyarawatan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menegaskan keresahan sosial politik Indonesia saat ini harus segera disikapi dengan cara tidak saling provokasi dan tidak saling propaganda kepentingan kelompok.

Jika cara-cara provokasi terus dilakukan, maka dikhawatirkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap negara kesatuan Indonesia (NKRI) akan goyah dan timbul rasa curiga. Menurutnya, hal itu, masalah kesadaran pribadi dan juga kelompok untuk tidak saling memperkeruh keadaan. Negara ini dibentuk dari nilai-nilai Pancasila yang mengokohkan Indonesia menjadi tidak runtuh.

“Sehingga, menjadi negara yang lebih tangguh, dan patriotisme yang tinggi,” ujar Zulkifli dalam keterangan tertulisnya diterima Kabarnusa.com, Rabu (8/2/2017). Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), ini juga menegaskan, yang mengalami keresahan saat ini adalah masyarakat sendiri.

Dikatakan, masyarakat yang sudah melek teknologi, akan mencerna informasi seadanya tanpa tahu kebenarannya. Masyarakat melihat kalangan tertentu saling menyerang opini, saling menyudutkan kebijakan lama dan baru, juga saling mengklaim kebenaran.

“Ini yang harus disadari dampaknya, tidak hanya negara, tapi individu dan kelompok juga yang dirugikan,” ujar mantan Menteri Kehutanan ini. Jika kondisi seperti itu terus berlangsung, maka yang diuntungkan adalah opini media sosial yang tidak beraturan alias Hoak.

Karena orang yang berada di belakang keresahan media sosial itu,  mereka yang aspirasinya tersumbat. “Mau demo, mereka (kalangan hoak) anggap tidak efektif menyampaikan aspirasinya,” tukasnya. Pada akhirnya, kalangan hoak ini menyalurkan kegelisahannya dengan menggalang opini di media sosial.

Saling sahut dan menyahut, dan akhirnya menjadi blunder aspirasinya. “Yang terjadi, saling lempar gosip yang tidak benar dengan menggunakan istilah ‘kabarnya’, ‘isunya’ dan lainnya dengan sumber tidak jelas,” ujar pria kelahiran Lampung ini.

Karenanya, agar tidak semakin blunder masalah opini dan lainnya, Zulkifli menyarankan, semua kalangan berpikir angka panjang untuk bangsa Indonesia. Semua kelompok masyarakat semestinya menjaga dan mengedepankan kepercayaan.

“Jangan sampai dalam hati kecil masyarakat, justru kekalutan ini akan dijadikan bahan tertawaan yang membodohi bukan karena lucu,” katanya mengingatkan. (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini