Denpasar – General Manager Witel Denpasar, Ismono Adi Jatimko, menegaskan Bali memiliki daya tahan ekonomi yang cukup kuat, tercermin dari tingkat pengangguran yang paling rendah dibandingkan wilayah Jawa Tengah hingga Nusa Tenggara Timur.
Hal ini menunjukkan, masyarakat Bali memiliki lebih banyak kesempatan kerja, termasuk di sektor informal seperti pengemudi transportasi daring.
Dalam pertemuan dengan Gubernur Bali, disampaikan keinginan menjadikan Bali sebagai brand digital yang mampu merespons perkembangan teknologi.
Menurut Ismono, upaya ini didukung oleh jaringan internet yang semakin merata, dengan Telkomsel dan operator lain yang telah bersinergi menghadirkan layanan hingga ke desa-desa.
Meski demikian, beberapa wilayah masih menghadapi kendala geografis yang membuat akses belum sepenuhnya optimal.
Menurut data, Bali menempati peringkat ke-11 dari 38 provinsi dalam indeks masyarakat digital di Indonesia.
“Tingkat literasi digital masyarakat Bali mencapai 50,9%, sementara infrastruktur telekomunikasi sudah relatif tinggi di angka 63,98%,” sebut Ismono dalam Media Gathering mengusung tema’ TLKM 30. Menyatukan Teknologi, Konten dan Distribusi untuk Pertumbuhan Bersama di Denpasar 5- 6 Februari 2026.
Dua pilar utama yang masih perlu diperkuat adalah literasi digital dan pemberdayaan tenaga kerja, yang menuntut kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan media massa.
Namun, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah maraknya kabel udara yang rawan terbakar dan menimbulkan gangguan layanan telekomunikasi.
Selain itu, praktik pemasangan jaringan ilegal masih menjadi perhatian serius aparat pemerintah.
Ismono menekankan pentingnya penegakan hukum dan kerja sama dengan pemerintah daerah agar ketertiban sosial komunikasi dapat terjaga.
Dengan penguatan infrastruktur dan literasi digital, Bali diharapkan mampu menjadi pusat inovasi teknologi sekaligus menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat. ***

