Bentuk Budi Pekerti, Putri Koster Jabarkan Ajaran Hindu “Tri Kaya Parisudha”

28 November 2020, 07:23 WIB

Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Sastini Koster/ist

Denpasar – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Sastini Koster
menjabarkan ajaran HIndu yang disebut Tri Karya Parisuda yang memiliki tiga
konsepsi dasar dalam kehidupan sehari-hari.

Dia mengingatkan para remaja yang merupakan generasi milenial agar selalu
berpikir, berkata dan berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari.

“Meski terdengar sederhana dan mungkin membosankan karena sudah terlalu sering
didengar, namun ketiganya merupakan konsep dasar bagi upaya membentuk remaja
yang berbudi pekerti,” ujar Putri dalam Seminar Nasional ‘Budi Pakerti
Generasi Milenial’ yang dilaksanakan secara daring oleh Badan Eksekutif
Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Pendidikan Undiksha, Jumat (27/11/2020).

Putri menyampaikan paparan dari ruang kerjanya di Jayasabha Denpasar,
menyatakan tiga konsep dasar tersebut merupakan penjabaran dari ajaran Hindu,
yakni Tri Kaya Parisudha (Manacika, Wacika dan Kayika).

“Mulai dari pikiran yang harus kita kendalikan. Karena pikiran punya kendali
yang luar biasa, melebihi dahsyatnya bom atom,” ujarnya, menegaskan.

Dicontohkan, betapa hal yang baik atau buruk itu berawal dari pikiran.
Misalnya, seseorang yang sedang berada di sebuah ruang kecil punya pikiran
untuk berbuat tidak baik seperti merencanakan teror.

“Itu merupakan contoh pikiran yang tidak dilandasi budi pakerti. Maka,
seyogyanya kita selalu harus dapat mengendalikan pikiran,” ujarnya. Kemudian,
perkataan yang menurutnya sangat penting dikendalikan agar apa yang diucapkan
tidak sampai menyakiti atau menyinggung perasaan orang lain.

“Yang ketiga tentu saja perilaku yang wajib kita jaga agar selalu ingat untuk
berbuat baik,” katanya, mengingatkan. Ny Putri Koster menyebut, tiga konsep
dasar itu sangat relevan di era kekinian.

Pada bagian lain, Ny Putri Koster juga menyinggung tentang era milenial yang
saat ini tengah dihadapi masyarakat dunia. Menurutnya, bukan hanya para remaja
yang hidup di zaman milenial, kelompok orang tua seperti dirinya pun ada di
jaman ini.

“Artinya, kami orang tua milenial yang juga harus banyak belajar dan
menyesuaikan diri dalam mendidik anak-anak,” ucapnya. Situasi tersebut
menuntut para orang tua untuk melakukan penyesuaian dalam mendidik anak karena
mereka umumnya memperoleh pendidikan dengan pola-pola yang berbeda.

Meski zaman berubah, menurut Ny Putri Koster, ada satu hal yang mesti selalu
ditanamkan pada anak-anak yaitu budi pakerti. Wanita yang dikenal piawai
membawa puisi ini mengibaratkan anak-anak seperti bangunan.

“Agar bangunannya kokoh, pondasinya harus kokoh dan kuat. Pondasi itu adalah
etika dan budi pakerti. Jika pondasinya kokoh, sehebat apapun badai menerpa,
tidak akan goyah atau roboh,” demikian Putri.(rhm)

Artikel Lainnya

Terkini