Gianyar— Komitmen memerangi stunting di Kabupaten Gianyar semakin diperkuat. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Tim Pendamping Keluarga (TPK) Desa Kemenuh kini resmi dibekali Kit Skrining Calon Pengantin (Catin) dan pelatihan intensif untuk mendeteksi risiko kesehatan pranikah sejak dini.
Pelatihan bertajuk “Pelatihan Penggunaan Kit Skrining Calon Pengantin bagi Tim Pendamping Keluarga (TPK)” ini diselenggarakan dosen Universitas Dhyana Pura di Ruang Rapat Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati.
Kegiatan ini dihadiri 14 anggota TPK, empat perwakilan desa, dan dua tenaga kesehatan dari Puskesmas Sukawati I.
Strategi Hulu Cegah Stunting
Ketua Tim Pengabdian, Kadek Rosi Arista Dewi, S.KM, M.Kes, dalam laporannya menegaskan peningkatan kapasitas TPK sangat krusial untuk melakukan deteksi dini.
“Skrining pranikah merupakan langkah strategis mencegah stunting sejak hulu,” tandas Rosi Arista Dewi.
Acara dilanjutkan dengan momen simbolis penyerahan satu set lengkap kit skrining kepada Kepala Desa Kemenuh.
“Skrining pranikah adalah langkah strategis dan fundamental untuk mencegah stunting sejak hulu,” ujar Kepala Desa Kemenuh dalam sambutannya, seraya menyampaikan apresiasi atas dukungan peralatan dan ilmu dari Universitas Dhyana Pura.
Pelatihan berlangsung interaktif dalam tiga sesi. Sesi awal membahas peran vital TPK dalam pendampingan Catin, dilanjutkan pembahasan dari Penyuluh KB Kecamatan Sukawati tentang pentingnya skrining pranikah dan dukungan yang harus diberikan desa.
Puncak antusiasme terjadi pada sesi praktik. Peserta TPK bersemangat melakukan simulasi pengukuran berat badan, Lingkar Lengan Atas (LILA), tekanan darah, hingga pemeriksaan kadar Hemoglobin (Hb) menggunakan kit skrining yang baru diserahkan.
Mereka aktif berdiskusi mengenai interpretasi hasil pemeriksaan untuk menentukan langkah tindak lanjut yang tepat.
Tiga Pilar Penguatan Program
Kegiatan PKM ini menghasilkan tiga luaran utama yang akan menjadi pilar keberlanjutan program di Desa Kemenuh:
Peningkatan Kapasitas TPK: Anggota TPK kini lebih terampil menggunakan alat skrining dan mampu mengidentifikasi faktor risiko kesehatan Catin, seperti anemia dan status gizi buruk, yang sangat berpengaruh pada kesehatan ibu dan calon bayi.
Penyerahan Bantuan Alat: Satu set lengkap Kit Skrining Catin (timbangan digital, pita LILA, alat tes Hb, dan formulir pencatatan) resmi menjadi inventaris Pemerintah Desa Kemenuh untuk digunakan TPK dalam pendampingan rutin.
Rencana Tindak Lanjut Berkelanjutan: Tim pengabdian berkomitmen pada pendampingan teknis berupa monitoring berkala, evaluasi pengukuran, dan bantuan teknis lapangan. Ini bertujuan menjamin program berjalan konsisten dan memberikan dampak nyata pada pencegahan stunting.
Inisiatif ini menegaskan kembali komitmen bersama mulai dari akademisi, pemerintah desa, dan kader kesehatan untuk memperkuat kesiapan calon pengantin dalam menyongsong kehamilan sehat, demi terwujudnya generasi emas bebas stunting di tingkat desa. ***

