Buka Padat Karya, Bupati Suwirta Ingin Tuntaskan Jalan Kawasan Wisata

22 November 2020, 23:40 WIB

Semarapura – Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta Bupati Klungkung I
Nyoman Suwirta mengatakan padat karya insfrastruktur berupa Rabat Beton Jalan
Pah Kunyit menuju Pantai Gamat di Desa Sakti, Kecamatan , menjadi salah
satu bagian dari pemberdayaan masyarakat dimasa pandemi.

Suwirta bersama Ny. Ayu Suwirta didampingi Camat penida, I Komang Widyasa
Putra, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Klungkung, I Gede
Kusumajaya membuka kegiatan Pembukaan Padat Karya Insfrastruktur berupa Rabat
Beton Jalan Pah Kunyit menuju Pantai Gamat di Desa Sakti, Kecamatan ,
Sabtu (21/11/2020).

Suwirta mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu bagian dari pemberdayaan
masyarakat dimasa pandemi.

Satu-satunya padat karya terlaksana di masa pandemi ini tentunya memberikan
pengahasilan tambahan ke pada masyarakat, walaupun hasilnya tidak terlalu
banyak dari upah maksimal yang ada, tetapi jangan dianggap kecil, hargai niat
baik pemerintah yang penting maanfaat yang diberikan kepada masyarakat,
wisatawan dan objek wisata yang ada.

“Padat karya Ini hampir tidak terlaksana, karena imbas dari rasionalisasi
anggaran untuk penanggulangan Covid-19. Jangan dilihat dari besar kecil upah
yang diberikan tapi lihatlah dampaknya,” ujar Bupati asal Ceningan ini.

Pemberdayaan masyarakat dengan pola ini diharapkan juga dapat memperdayakan
potensi sumber daya yang ada di Desa Sakti untuk meningkatkan pendapatan
masyarakat, aksebelitas masyarakat dan peningkatkan perekonomian lokal serta
pariwisata.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Klungkung, I Gede
Kusumajaya mengatakan, tujuan dari Padat Karya ini yakni untuk memperlancar
sosial ekonomi masyarakat yang ada di Dusun Sakti, Desa Sakti dan juga sebagai
akses jalan pariwisata menuju Pantai Gamat.

Pengerjaannya yang berlangsung dengan pola padat karya akan mampu memberikan
lapangan pekerjaan untuk masyarakat yang sifatnya sederhana mengutamakan
pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja lokal untuk menambah pendapatan.

“Mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat di masa pandemi
dengan anggaran sekitar Rp400 juta dengan panjang 195 meter dan lebar 4 meter
dari dana APBD tahun 2020,” jelas Kusumajaya.

Pihknya menjelaskan, tenaga kerja yang dikerahkan dalam pengerjaan proyek
bidang infrastruktur ini melibatkan puluhan masyarakat dengan upah Rp 80 ribu
per hari dengan 8 jam kerja.

“Pengerjaan ini berlangsung selama 20 hari, dimulai dari hari ini ditandai
dengan menyerahkan alat kerja secara simbolis,” imbuhnya. (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini