Dampak Ekonomi Maybank Marathon 2026 Melonjak Rp303,5 Miliar, Dongkrak UMKM dan Sektor Pariwisata Balikan Nasib

hasil studi terbaru PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) bersama Katadata Insight Center, multiplier effect atau efek tidak langsung dari event ini melesat 34,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai Rp303,5 miliar.

16 Oktober 2026, 10:05 WIB

Denpasar— Penyelenggaraan ajang lari internasional Maybank Marathon 2026 in Partnership with Visa kembali memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian Pulau Dewata.

Berdasarkan hasil studi terbaru PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) bersama Katadata Insight Center, multiplier effect atau efek tidak langsung dari event ini melesat 34,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai Rp303,5 miliar.

Secara langsung, kontribusi ekonomi penyelenggaraan Maybank Marathon 2026 terhadap perekonomian Bali tercatat mencapai Rp229,9 miliar, melonjak tajam dari posisi Rp170,8 miliar pada 2025. Peningkatan dampak ekonomi ini didorong oleh pertumbuhan jumlah peserta serta kenaikan rata-rata pengeluaran para pelari selama beraktivitas di Bali.

Pada gelaran tahun ini, jumlah peserta mencapai 14.100 pelari, meningkat dari 13.600 peserta pada edisi sebelumnya. Seiring dengan peningkatan tersebut, rata-rata pengeluaran peserta turut mengalami kenaikan signifikan dari Rp12,5 juta menjadi Rp16,3 juta per orang.

Penyumbang terbesar terhadap perputaran ekonomi ini berasal dari peserta mancanegara (WNA). Rata-rata pengeluaran pelari asing tercatat mencapai Rp40,1 juta per orang—naik dari Rp27,7 juta pada 2025—dengan durasi tinggal di Bali rata-rata hingga sembilan hari. Sementara itu, peserta domestik (WNI) mencatatkan rata-rata durasi tinggal antara tiga hingga empat hari.

Lonjakan jumlah wisatawan mancanegara dan domestik ini berdampak langsung pada gairah usaha lokal. Studi mencatat omzet para pelaku usaha di Bali rata-rata naik hingga 35 persen seiring dengan pertumbuhan jumlah pelanggan sebesar 32 persen selama ajang berlangsung.

Sektor perhotelan mencatatkan kenaikan pelanggan tertinggi mencapai 64 persen, disusul bisnis restoran dan kuliner sebesar 41 persen, penyedia jasa transportasi 34 persen, serta layanan wisata 10 persen.

Kebutuhan operasional ini juga mendorong penyerapan tenaga kerja lokal, di mana jumlah karyawan pada pelaku usaha yang disurvei rata-rata meningkat 18 persen.

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menuturkan bahwa tren pertumbuhan dampak ekonomi yang konsisten ini membuktikan Maybank Marathon telah berkembang melampaui sekadar ajang olahraga. Pengukuran dampak ekonomi ini penting dilakukan untuk memastikan penyelenggaraan event memberi nilai tambah nyata bagi masyarakat Bali.

“Temuan ini memperkuat komitmen jangka panjang Maybank Indonesia dalam mewujudkan misi Humanising Financial Services. Melalui pengembangan sport tourism yang berkelanjutan, kami ingin Maybank Marathon tumbuh bersama ekosistem ekonomi daerah, memberdayakan komunitas, dan memberi manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” ujar Steffano.

Di sisi lain, perputaran ekonomi ini juga dipicu oleh tingginya minat peserta terhadap berbagai aktivitas wisata. Sektor wisata kuliner menjadi pendorong utama peningkatan pendapatan pelaku usaha menurut persepsi pelaku bisnis lokal (56%), diikuti oleh wisata budaya (50%), dan wisata belanja (49,3%).

Sementara itu, Project Director Maybank Marathon 2026, Bambang Irawan, menegaskan besarnya dampak ekonomi ini berjalan seiring dengan komitmen penyelenggara dalam menjaga standar kualitas event yang telah mengantongi predikat Elite Label Road Race dari World Athletics.

Kepercayaan pelari dibangun melalui konsistensi standar penyelenggaraan mulai dari keselamatan, kenyamanan rute, hingga kelancaran manajemen event.

“Standar tersebut akan terus kami tingkatkan agar Maybank Marathon terus memberikan pengalaman terbaik bagi peserta sekaligus dampak positif yang semakin luas dirasakan bagi Bali sebagai tuan rumah,” kata Bambang. ***

Berita Lainnya

Terkini