Delay, Wings Air Berikan Kompensasi Penumpang Rute Denpasar-Malang

26 Februari 2018, 22:27 WIB
lion
ilustrasi/net

DENPASAR – Wings Air, maskapai tergabung dalam Lion Air Group menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya keterlambatan penerbangan pesawat niaga jurusan Denpasar-Malang seraya memberikan kompensasi kepada penumpang.

Dari Informasi yang didapat, penundaan (postpone) penerbangan bernomor IW 1840 rute Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai (DPS) menuju Bandar Udara Abdulrachman Saleh, Malang (MLG) dikarenakan rotasi dan operasional pesawat.

Operations Director Wings Air Capt. Redi Irawan mengungkapkan, Wings Air telah memberangkatan penumpang setelah terjadi delay, namun tidak dapat dilaksanakan pendaratan disebabkan jam operasional (operation hours) di Malang telah tutup.

“Sehingga, harus kembali ke bandar udara keberangkatan (return to base/ RTB). Wings Air akan menerbangkan kembali sesuai jadwal terbaru, Senin, 26 Februari 2018 pukul 08.05 WITA

menggunakan pesawat ATR 72-500/ 600,” jelas Irawan dalam rilis.

Adapun total 70 penumpang dewasa, dua penumpang anak-anak dan satu bayi yang terkena dampak ini sudah mendapatkan layanan kompensasi penundaan penerbangan berupa snack (makanan ringan & minuman), heavy meals (makanan berat dan minuman).

Demikian juga, ganti rugi masing-masing penumpang Rp 300.000 dan mendapatkan fasilitas akomodasi serta pemberitahuan mengenai kondisi terkini.

Dijelaskannya, Wings Air melakukan pengembalian dana tiket (refund cash) kepada delapan penumpang dan memfasilitasi penyesuaian rute (reroute) bagi empat penumpang ke penerbangan lain melalui Denpasar – Surabaya, kemudian dilanjutkan jalur darat menuju Malang. Wings Air menginformasikan tidak tersedianya penerbangan lain Denpasar – Malang.

Wings Air merupakan satu-satunya airlines yang menyediakan layanan perjalanan udara langsung di rute ini, dengan frekuensi satu kali sehari.

Untuk penerbangan dari Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara, Bandung (BDO) ke Bandar Udara Radin Inten II, Tanjung Karang, Lampung (TKG) dengan nomor IW 1286 juga mengalami penundaan terbang, dikarenakan faktor teknis pesawat, sehingga pesawat harus segera dilakukan perbaikan.

Wings Air menegaskan, tunduk dan menjalankan program perawatan & perbaikan (maintenance) pesawat berdasarkan aturan pabrikan, pemerintah selaku regulator dan standar prosedur operasi (SOP) Grup Lion Air.

Berdasarkan kondisi ini, seluruh 70 penumpang dewasa pada flight number IW 1286, Wings Air telah

memberikan layanan kompensasi penundaan penerbangan berupa snack (makanan ringan & minuman), heavy meals (makanan berat dan minuman), ganti rugi masing-masing penumpang Rp 300.000 dan memperoleh fasilitas akomodasi serta informasi mengenai kondisi terbaru.

Kompensasi pengalihan ke penerbangan berikutnya/ maskapai lain tidak diberikan kepada penumpang, hal ini tidak tersedianya penerbangan Bandung ke Tanjung Karang pada Minggu, 25 Februari 2018.

“Flight number IW 1286 adalah jadwal keberangkatan terakhir dari tiga penerbangan langsung (direct flight) harian yang dilayani Wings Air,” tuturnya. Untuk rute ke Tanjung Karang, Wings Air akan menerbangkan kembali berdasarkan jadwal terbaru, pada Senin, 26 Februari 2018 dengan pesawat ATR 72-500/ 600.

Kompensasi dan ganti rugi atas keterlambatan penerbangan ini berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 89 Tahun 2015 Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management) Pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal di Indonesia (“Permenhub 89/2015”).

Wings Air meminimalisir dampak yang timbul dari situasi penerbangan ini, agar operasional lain tidak terganggu. Keselamatan, kenyamanan serta keamanan penumpang dan kru pesawat merupakan prioritas utama bagi Lion Air Group.

Diketahui,Wings Air telah mengantongi sertifikat IATA Operational Safety Audit (IOSA). Lion Air Group berhasil menyelesaikan audit internasional mengenai keselamatan penerbangan, sehingga layak disejajarkan dengan maskapai kelas dunia. Audit IOSA dirancang untuk menilai manajemen operasional serta sistem kontrol maskapai.

Lion Air Group patuh pada seluruh peraturan dan ketentuan yang ditetapkan oleh regulator serta ketentuan internasional dalam menjalankan seluruh jaringan operasional.

Melalui kesempatan ini, Lion Air Group menghimbau media dan masyarakat, untuk mengetahui perkembangan berikutnya hanya mengacu pada informasi yang diberikan secara resmi oleh Wings Air. (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini