Direksi Pertamina Pastikan Sarana Distribusi Energi Beroperasi Optimal

17 Oktober 2020, 23:51 WIB

Karangasem – Direktur Human Capital PT Pertamina (Persero) Koeshartanto
bersama dengan Direktur Pengembangan Bisnis PT Pertamina (Persero), M. Haryo
Yunianto, serta Executive General Manager Pertamina Pemasaran Regional
Jatimbalinus.

Integrated Terminal (IT) Manggis, yang berlokasi di Kabupaten Karangasem
mendapat kunjungan dari Manajemen Puncak Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
tersebut pada Kamis (15/10/2020).

Management Walkthrough (MWT) ini sengaja dilakukan secara langsung oleh
Direksi di tengah situasi pandemi ini lantaran untuk memastikan tim di
lapangan baik dan sehat.

Serta untuk memantau penerapan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan
COVID-19 di sarana distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquified Petroleum
Gas (LPG) yang dikelola oleh Pertamina Pemasaran Regional Jatimbalinus.

Sebagai Objek Vital Nasional (OBVITNAS) yang melayani kebutuhan energi hampir
seluruh wilayah Bali, kesiapan dan kehandalan peralatan yang ada di IT Manggis
ini kami pastikan selalu dalam keadaan baik.

“Utamanya kami juga memastikan semua personel yang mengemban amanat melayani
kebutuhan energi masyarakat juga dalam kondisi prima,” ujar Koeshartanto.
Semenjak beroperasi Tahun 1996, hingga saat ini peranan IT Manggis di wilayah
Bali sangat penting.

Melayani pengiriman BBM ke 200 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan
18 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Bulk Elpiji (SPBBE) yang tersebar di 9
kabupaten dan kota di Provinsi Bali.

Peninjauan secara berkala kesiapan sarpras distribusi energi sebagai bentuk
optimisme Pertamina mendukung kembali pulihnya aktifitas ekonomi Provinsi
Bali.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, pada triwulan II
Tahun 2020 pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) minus 10,98
persen.

Hal yang sama juga tergambar dari angka konsumsi Bahan Bakar Pesawat (Avtur)
yang masih belum pulih. Dari yang sebelumnya ada sebanyak 250 penerbangan per
hari nya, hingga Bulan September baru mencapai 30-50 penerbangan per hari.

Penurunan penjualan Avtur paling besar terjadi pada Bulan Juni yang lalu,
dimana konsumsi Avtur hanya 2 ribu KL, jika dibandingkan dengan periode yang
sama di Tahun 2019, penjualan Avtur di tahun ini turun sebesar 96 persen (Juni
2019, penjualan Avtur Pertamina sebesar 74 ribu KL).

“Pertamina memiliki harapan agar dengan segera pertumbuhan ekonomi Bali
kembali pulih, yang tentunya akan membutuhkan dukungan penuh dari sektor
energi baik BBM, LPG dan Avtur, dengan tinjauan kami hari ini,” tutupnya.
(riz)

Artikel Lainnya

Terkini