Dispustaka Karangasem Rancang Model Layanan Alternatif Inovatif Secara Virtual

9 Maret 2021, 20:33 WIB

Terkait pembuatan studio virtual, Kepala Dispustaka Karangasem, Drs. I
Wayan Astika, MSi, bersama jajaran dan tim kreatifnya, melakukan studi
tiru ke Stasiun TVRI Bali, Eenon Denpasar Selasa (9/3/2021)/ist

Denpasar – Saat Pandemi Covid-19 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
(Dispustaka) Kabupaten Karangasem mematangkan model layanan perpustakaan
alternatif inovatif kepada masyarakat secara virtual dari studio di dinas
setempat.

Studio virtual dirancang diberikan tagline “Wayan Stupika” (Warung Layanan
Studio Virtual Perpustakaan dan Kearsipan Karangasem).

Terkait pembuatan studio virtual, Kepala Dispustaka Karangasem, Drs. I Wayan
Astika, MSi, bersama jajaran dan tim kreatifnya, melakukan studi tiru ke
Stasiun TVRI Bali, Eenon Denpasar, Selasa (9/3/2021).

Maksud kunjungannya ke TVRI Bali, kata Astika, untuk mengetahui lebih dekat
bagaimana mempersiapkan proses pembuatan studio virtual.

Rombongan Astika diterima sejumlah jajaran fungsional dan teknis TVRI Bali,
Pranata Siaran Ahli Madya Ali Qausen, Pranata Pemberitaan Ahli Madya, Sutha,
Pranata Humas, Ni Nyoman Astini, dan Teknisi Siaran Ahli Madya Ida Bagus Kade
Widiastana.

Ali Quasen menyambut baik kedatangan Dispustaka Karangasem ke TVRI Bali,
sekaligus memperkenalkan dan melihat dari dekat kepada publik keberadaan dunia
penyiaran khususnya TVRI Bali.

“Selama ini pihak TVRI BALI sudah mengadakan kerjasama dengan Pemkab
Karangasem di bidang pemberitaan dan pemberian sosialisasi kejurnalistikan”,
jelas Ali Quasen.

Setelah mendapat penjelasan dari petugas TVRI Bali tentang teknik membuat
berita dan teknik editing, rombongan Dispustaka diajak berkeliling melihat
secara langsung beberapa studio di seputaran TVR Bali, yakni studio siaran
berita, studio mini wawancara, studio live (siaran langsung), dan studio
utama.

Setelah menjelaskan tentang keberadaan stasiun TVRI Bali tim kreatif
Dispustaka diajak berkeliling mengenal studio yang ada seperti studio siaran
berita,studio mini wawancara, studio live, dan studio utama TVRI.

Astika merasa terkesan melihat secara langsung bagaimana proses penyiaran
televisi publik dapat diterima oleh masyarakat.

“Banyak pengetahuan yang kami dapatkan dari studi tiru ke TVRI Bali, mudahan
Kami dapat mengimplementasikan di Dispustaka, bagaimana membuat studio virtual
mini, teknik membuat berita dan teknik editing.

Mengingat perpustakaan era kini, tidak hanya berkutat soal buku saja, tetapi
bagaimana arus imformasi pendidikan dalam arti luas secara virtual dapat
diperoleh oleh masyarakat di perpustakaan.

Demikian halnya, dari studio dapat menginformasikan kepada publik arsip-arsip
dalam bentuk film dukumenter” katanya Astika disela-sela kunjungannya di TVRI
Bali.

“Studio Virtual “Wayan Stupika” dapat mengambil sebuah kesempatan di era
pandemi Covid 19 dengan melayani masyarakat memfasilitasi dalam penggunaan
studio virtual, agar masyarakat Karangasem bisa bangkit dan bersaing di era
digital seperti saat ini,” harap Astika

Studio virtual ini dapat memberikan alternatif pada masa pandemi Covid-19,
memudahkan dalam pembinaan perpustakaaan dan kearsipan kepada instansi,
masyarakat dan lembaga pendidikan sekolah SD, SMP, dan SMA sederajat di
Karangasem, karena belum bisa dengan tatap muka. (nik)

Artikel Lainnya

Terkini