Diterjang Abrasi Gedung Sekolah Nyaris Roboh

16 November 2015, 16:39 WIB

Gedung%2BMIN%2BNyaris%2Broboh%2B3

Kabarnusa.com – Abrasi di pesisir Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kebupaten Jembraana, Bali belakangan ini semakin parah. Sejumlah bangunan lesehan dan sekolah hancur tergerus air laut.

Kondisi daratan tidak merata lantaran penanganan tidak sama. Di beberapa lesehan dipasang batu bronjong secara swadaya oleh pemilik. Hanya saja, banyak pula yang mengandalkan karung-karung berisi pasir.

Kondisi itulah yang dituding penyebab air laut semakin kuat memakan daratan disana. Beberapa bangunan permanen nampak sudah hancur. Termasuk salah satunya bangunan MIN yang menampung siswa sekolah dasar di wilayah pesisir itu.

Sebagian gedung yang baru dibangun itu sudah hilang dibagian dasarnya. Untuk mempertahankan bangunan atap, sengaja ditopang kayu untuk menyangga agar tidak roboh.

Dari informasi, sebagian gedung yang masih berdiri masih digunakan untuk sekolah siswa kelas V dan VI. Sedangkan siswa kelas I-IV, oleh pihak sekolah diungsikan di gedung lainnya yang berada di sisi Utara jalan.

“Sejak dua tahun abrasi disini semakin parah. Warung saya juga sudah lenyap tergerus air. Bagunan lain juga banyak yang hancur karena daratan hancur,” ujar Sri Astuti,  salah seorang warga sekaligus pemilik warung yang tergerus air laut, Senin (16/11/2015).

Semula, daratan di wilayah tersebut panjang, sampai tiga bangunan (lesehan) berdiri. Sekarang, sudah habis tergerus air laut.

Selama delapan tahun membuka warung, kondisi yang paling terasa sebagai dampak abrasi pada setahun terakhir.
Dia sudah berusaha memasang karung-karung berisi pasir, tetapi lantaran dikelilingi batu bronjong yang dipasang swadaya, air laut justru lebih cepat menggerus lahannya.

“Ya, karena air pecah dan lebih banyak lari kesini, karena itu lebih banyak tanah disini yang tergerus,” ujarnya. 

Kendati begitu, ia bersyukur, sebab, di sisi Timur kondisinya paling parah dan sudah banyak bangunan yang terpaksa dirobohkan sendiri oleh warga, sebelum terkena abrasi.

Saat ini banyak juga bangunan warga yang belum terlindungi, termasuk fasilitas umum seperti gedung kelas MIN tersebut.(dar)

Artikel Lainnya

Terkini