Yogyakarta–Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyampaikan lima pesan penting menjelang Lebaran 2026.
Ketua Komisi A, Eko Suwanto, menegaskan pesan tersebut ditujukan kepada pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat agar perayaan Idulfitri berlangsung aman, tertib, dan memperkuat solidaritas sosial.
Eko meminta pemerintah daerah bersama TNI dan Polri bergotong royong menjaga ketertiban umum dan keamanan di wilayah Yogyakarta.
Hal ini menjadi fokus utama agar masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan tenang.
Ia mengapresiasi masyarakat DIY yang mampu menjaga keharmonisan selama Ramadan meski terdapat perbedaan penentuan hari raya.
Kondisi kondusif tanpa aksi sweeping serta sikap saling menghormati antara yang berpuasa dan tidak, disebut sebagai wujud harmoni kehidupan.
Komisi A mendorong pemerintah kabupaten/kota melakukan pengawasan hingga tingkat desa dan kelurahan.
Monitoring ini penting untuk menjaga keamanan, toleransi, sekaligus mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat saat arus mudik dan balik.
Pemda diminta menyiapkan rekayasa lalu lintas agar arus mudik berjalan lancar. Pengaturan transportasi diharapkan mampu mengurangi potensi kemacetan dan menjaga keselamatan pemudik.
Eko menekankan pentingnya solidaritas sosial di tengah kondisi ekonomi yang belum membaik.
Ia berharap semangat gotong royong, seperti pembagian takjil dan zakat fitrah, terus berlanjut untuk memperkuat kerukunan antarumat sekaligus mendukung ekonomi rakyat.
Selain itu, Eko mengingatkan pemerintah agar tidak menambah beban masyarakat melalui kebijakan pajak serta mencegah pelanggaran selama masa Lebaran. Ia juga menekankan pentingnya keselamatan berkendara bagi masyarakat.
Sekretaris Komisi A, Syarief Guska Laksana, menilai suasana Ramadan di Yogyakarta berjalan lancar dengan nuansa toleransi yang kuat.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi A, Hifni Muhammad Nasikh, mengingatkan Yogyakarta menjadi tujuan utama pemudik. Ia menyebut Pemda telah menyiapkan pos kesehatan dan pos perhubungan untuk mendukung keselamatan pemudik.
Hifni juga memperingatkan wisatawan agar berhati-hati saat berkunjung ke pantai selatan Yogyakarta yang memiliki palung laut dalam.
Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai penyebaran penyakit, terutama campak, yang berisiko bagi balita dan ibu hamil.
Anggota Komisi A, Akhid Nuryati, mengapresiasi kesiapsiagaan BPBD, Satpol PP, dan relawan dalam menghadapi potensi bencana selama arus mudik.
Ia juga meminta media berperan aktif menyampaikan informasi akurat kepada masyarakat.
Akhid menilai pelayanan yang baik kepada pemudik akan memperkuat citra Yogyakarta sebagai daerah istimewa. Ia juga mendukung kebijakan pemerintah kota yang mewajibkan pelaku UMKM mencantumkan harga untuk mencegah lonjakan harga, sehingga wisatawan dan pemudik merasa nyaman.
Sebagai penutup, Akhid berharap informasi terkait cuaca, pariwisata, dan kondisi wilayah terus diperbarui agar masyarakat memperoleh informasi yang bermanfaat.***

