Sleman – Dua suporter PSS Sleman yang menjadi korban kecelakaan maut di Jalan Tol Ngawi kilometer 616, Jawa Timur, hingga saat ini masih harus menjalani perawatan medis secara intensif di wilayah Madiun.
Kedua korban dilaporkan mengalami Cedera Kepala Berat (CKB) dan sempat terkendala proses rujukan akibat penuhnya rumah sakit di Yogyakarta.
Dua korban luka berat tersebut masing-masing adalah Anis Abdurrahman, warga Margomulyo, Seyegan, Sleman, serta Adi Suwarto.
Safety dan Crowd Manager PSS Sleman, Septiyadi Pityanta, menjelaskan Anis telah sukses menjalani tindakan operasi di Rumah Sakit Hermina Madiun pada Senin (19/10/2026) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.
Sementara itu, rekan korban yakni Adi Suwarto masih berada dalam penanganan intensif di RSUD Caruban.
Septiyadi mengungkapkan, manajemen PSS bersama pihak keluarga sebenarnya sempat merencanakan untuk merujuk kedua korban agar mendapatkan perawatan lanjutan di rumah sakit Yogyakarta. Namun, rencana tersebut terpaksa dibatalkan lantaran kapasitas sejumlah rumah sakit rujukan utama di Jogja sedang penuh.
Ada dua korban yang masih di Caruban. Yang satu sudah dioperasi tadi sekitar pukul 10.00 WIB di Rumah Sakit Hermina Madiun, yang satu ada di RSUD Caruban. Keduanya cedera kepala berat. RSUP Dr. Sardjito dan Rumah Sakit Akademik UGM dalam kondisi penuh.
“Karena itu, operasi akhirnya dilakukan di Hermina Madiun yang memiliki dokter spesialis saraf,” ujar Septiyadi, Senin (19/10/2026).
Kecelakaan tragis ini menimpa sebuah minibus jenis Toyota Hiace yang membawa rombongan suporter PSS Sleman menuju Surabaya.
Berdasarkan keterangan kepolisian setempat, kendaraan yang mengangkut total 15 penumpang tersebut diduga kuat menabrak bagian belakang truk akibat pengemudi yang mengantuk atau kurang konsentrasi.
Insiden nahas ini mengakibatkan empat orang meninggal dunia, tiga orang mengalami luka berat, dan sisanya menderita luka ringan. Seluruh korban luka ringan kini telah diperbolehkan pulang, sementara pengemudi minibus sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak Polres Madiun.
“Semua korban luka sudah mendapatkan jaminan perawatan dari Jasa Raharja. Selain itu, Pemkab Sleman bersama kelompok suporter Brigata Curva Sud (BCS) juga sudah menyiapkan bantuan dana santunan bagi korban meninggal dunia,” tambahnya.
Di sisi lain, jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman bergerak cepat memberikan dukungan moril dan materiil. Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, bahkan menyempatkan diri hadir langsung di tengah keluarga duka untuk mengikuti prosesi tahlilan bagi salah satu korban meninggal.
“Turut berduka cita atas meninggalnya teman-teman suporter PSS Sleman. Mudah-mudahan almarhum diampuni segala kesalahannya dan diterima amal baiknya,” tutur Danang.
Danang menegaskan bahwa Bupati Sleman telah menginstruksikan Dinas Sosial untuk terus memantau perkembangan kondisi para korban yang masih dirawat. Pemkab Sleman berkomitmen penuh untuk memberikan bantuan, termasuk memfasilitasi penanganan biaya perawatan tambahan sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku.
“Selama aturannya tidak melanggar dan bisa kita fasilitasi, tentu akan kita tugaskan dan support,” tandas Danang.
Berdasarkan data terkini, keempat korban meninggal dunia dalam insiden tersebut telah berhasil dipulangkan dan dimakamkan oleh pihak keluarga masing-masing. Salah satu korban jiwa adalah Iyan Fathur Ar Rizaq (15), siswa kelas X SMA Negeri 2 Yogyakarta, yang jenazahnya telah dikebumikan di TPU Sasana Laya Nglarang, Tlogoadi, Mlati, Sleman pada Senin (19/10/2026) siang. ***

