Gandeng Cevy Abdullah, Noorca Massardi Luncurkan Novel “180”

16 Januari 2016, 13:00 WIB

Noorca%2BM.%2BMassardi

Kabarnusa.com – Menggandeng pengusaha muda Mohammed Cevy
Abdullag, penulis Noorca Massardi meluncurkan buku novel terkininya
“180” terbitan Kaki Langit Kencana.

Berselang setahun
setelah peluncuran novel ber-genre psyco-thrillerberjudul “Straw”,
Massardi kembali hadir dengan buku terkininya “180”.

Acara
dialog dan peluncuran novel “180” yang diagendakan dalam program
Pustaka Bentara ini akan diselenggarakan pada Minggu (17/1/2016, pukul
18.30 WITA  di Bentara Budaya Bali, Jln Prof Ida Bagus Mantra 88A
Ketewel, Gianyar.

Dalam dialog, dua penulis buku
tersebut akan berbagi perihal proses penulisan novel ini, sekaligus
mengungkap  faktor kesulitan yang menyertai perpaduan dua pokok pikiran
dari dua pengarang, berikut penyatuan plot dan gaya bahasa yang pada
dasarnya berbeda.

Novel setebal 318 halaman ini
mengangkat kisah perjalanan dan kesuksesan seorang tokoh bernama Tora.
Tora merupakan seorang pengusaha yang gigih dan ulet.

Berkat
kegigihannya itu, ia kini sukses sebagai milyuner dalam usia yang
relatif muda, yakni 30 tahun, memiliki usaha peternakan besar dengan
omzet triliyunan.

Tokoh Tora dalam novel ini tak lain
adalah salah satu pengarang novel ini, yakni Cevy Abdullah, pengusaha
yang berangkat dari sosok pemuda petani miskin namun sangat displin,
pekerja keras dan memiliki tekad yang kuat untuk sukses dalam usia
sedini muda.

“Karena novel ini tidak sepenuhnya fiksi,
dalam dialog akan dibincangkan pula secara lebih mendalam mengenai apa
sesungguhnya perbedaan novel “180” dengan buku memoar umumnya serta
autobiografi,” ungkap Juwitta K. Lasut, penata acara BBB Sabtu
(16/1/2016).

Selain diskusi, peluncuran novel ini akan
dimaknai dengan pemutaran film “Red Code” yang ditulis, disutradarai
dan diproduksi oleh Mohammed Cevy Abdullah, serta pembacaan fragmen
novel oleh sejumlah seniman.

Menurut Cevy Abdullah,
motivasinya menulis novel ini adalah untuk berbagi, terutama memberi
inspirasi bagi generasi muda agar gigih memperjuangkan cita-cita, serta
peduli akan kehidupan masyarakat dan bangsanya.

Selain
itu Cevy Abdullah juga menuturkan bahwa ia sengaja menulis novel itu
karena kepeduliannya terhadap perkembangan sosial dan psikologis
masyarakat saat ini.

Khususnya “Y Generations”
Indonesia. Ia ingin menyampaikan pesan sosialnya melalui media novel,
yang sarat akan nilai-nilai filosofi kehidupan.

“Saya
berharap novel ini bisa menjadi inspirasi dan menularkan spirit dan
filosofi “Tora” kepada generasi muda Indonesia, “ungkap Cevy Abdullah.

Sedangkan
Noorca M. Massardi, yang mengaku baru pertama kali menulis novel
bersama ini, menyatakan sangat menikmati proses penulisan, merancang
plot, dan mengedit naskah novel 180.

“Walau saya baru
mengenal Mohammed Cevy Abdullah 14 bulan lalu, ternyata kami memiliki
kesamaan dalam visi, misi, karakterisasi, dan konsep penulisannya.

Terutama
karena niat kami memang sejalan. Ingin berbagi inspirasi tentang
pergulatan hidup dengan generasi muda negeri ini,”ungkapnya.

Mohammed
Cevy Abdullah, di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, pada 22 Juni 1979.
Dokter hewan lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB Bogor).

Memulai kariernya sebagai Sales Representative di perusahaan distributor obat dan vaksin hewan (2004).

Setahun kemudian ia mendirikan badan usaha bersama dua mitranya, dan fokus berjualan telur dan ayam.

Pecinta
film, teater, olahraga, petualangan, dan penulis ini juga telah meraih
sejumlah gelar dalam bidang bisnis dan gelar S1 dan S2 bidang hukum dari
Universitas Surya Kancana, Cianjur.

Semasa kuliah,
dia memimpin serta menyutradarai sejumlah pementasan. Ia jsempat membuat
film pendek berjudul Sahabat dan Cinta, dan film laga Red Code, serta
bertindak sebagai penulis naskah sekaligus sutradara.

Buku 180 ini adalah novelnya yang pertama, ditulis bersama pengarang dan pewarta, Noorca M. Massardi. (gek)

Artikel Lainnya

Terkini