Gelar “Guru Piduka”, Bupati Suwirta Memohon Keselamatan dan Keseimbangan Alam

14 September 2020, 06:59 WIB

Bupati Suwirta berusaha melakukan upaya sekala dan niskala dalam
menyambut hari raya galungan agar dalam keadaan selamat dan diberikan
kesehatan/ist

Semarapura – Menjelang perayaan hari raya suci Galungan, Bupati
Klungkung, I Nyoman Suwirta bersama istri Ayu Suwirta ngaturang Bhakti Guru
Piduka di Catus Pata, Perempatan Agung Klungkung, Minggu (13/9/2020).

Pada perayaan ari raya Galungan pada masa pandemi ini tentunya berbeda dengan
perayaan sebelumnya. Bupati Suwirta berusaha melakukan upaya sekala dan
niskala dalam menyambut hari raya galungan agar dalam keadaan selamat dan
diberikan kesehatan.

Melalui persembahan ini seluruh masyarakat Klungkung senantiasa diberikan
kesehatan, keselamatan dan kerahayuan oleh Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sang Hyang
Widhi Wasa.

“Semoga dengan ngaturang Bhakti Guru Piduka  ini seluruh umat senantiasa
diberikan kesehatan, keselamatan, kerahayuan dan memohon anugrah Tuhan Yang
Maha Esa/Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” harapnya.

Lebih lanjut secara Sekalanya, Suwirta terus turun memantau penerapan protokol
kesehatan sesuai dengan penerapan Pergub Nomor 46 dan Perbub Nomor 66 dan
niskalanya dengan mengaturkan guru piduka yang dilaksanakan di catus pata.

Itu semua dilakukan untuk memohon keseimbangan alam semesta supaya masyarakat
terbebas dari Covid-19 dan pandemi ini segera berlalu.

Dalam pandangan budayawan Dewa Somam upacara gurupiduka digelar di Catur Pata
untuk mencari keseimbangan antara sekala dan niskala.

“Yang mana catus pata sebagai konsep tapak dara untuk mecari kesimbangan
pertemuan empat arah, akasa dan pertiwi untuk mencapai “seger waras”, seger
fisiknya, waras jiwanya,” tutur Soma. (rhm)

Berita Lainnya

Terkini