Gubernur Bali Harapkan Tradisi NU Terus Dipelihara dalam Berbangsa dan Bernegara

7 September 2020, 10:22 WIB

Gubernur Bali I Wayan Koster saat membuka Konferwil VII Pengurus Wilayah
Nahdlatul Ulama Provinsi Bali di Hotel Harris, Denpasar/ist

Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster mengharapkan warga nadhiyin terus
memelihara tradisi Nahdlatul Ulama (NU) dalam kehidupan bernegara dan
berbangsa dengan mengendapkan Nilai-nilai budaya di Indonesia.

Hal itu disampaikan saat membuka Konferwil VII Pengurus Wilayah Nahdlatul
Ulama Provinsi Bali di Hotel Harris, Denpasar, Minggu (6/9/2020). Konferwil
VII PWNU Bali mengangkat tema “Meningkatkan Penyamebrayaan Potensi Generasi
Milenial Menyingsing Satu Abad Nahdlatul Ulama”

Koster menyampaikan organisasi NU memiliki peran yang penting dalam sejarah
bangsa Indonesia. NU telah menunjukkan kontribusi dan komitmen terhadap
ideologi Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), UUD 1945 dan
Bhinneka Tunggal Ika. 

Karenanya, Gubernur Koster senang seluruh peserta Konferwil VII memakai kopiah
sebagai ciri warga Nahdliyin yang juga diperkenalkan oleh pendiri bangsa Bung
Karno.

 “Saya berharap tradisi NU ini terus dipelihara dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara mengedepankan nilai-nilai budaya di Indonesia ini sebagai bagian
daripada bangsa Indonesia,” ucapnya

Pemerintah daerah saat ini fokus melakukan pengendalian penyebaran virus
Covid-19 di provinsi Bali. Provinsi Bali sesungguhnya sudah sempat mendapatkan
apresiasi dari Presiden karena penanganan yang sudah baik.

Namun masih adanya oknum yang tidak tertib menjalankan protokol kesehatan
membuat tren kasus Covid-19 di Bali kembali meningkat. Oleh karena itu
Gubernur meminta kepada warga NU di Bali untuk membantu pemerintah daerah
dalam menjaga kepatuhan warga melaksanakan protokol kesehatan.

“Saya mohon sekali agar kita sama-sama tertib dan disiplin dalam melaksanakan
protokol kesehatan termasuk saya mohon kepada PWNU dan PCNU untuk bersama-sama
menjalankan ketentuan ini dengan baik karena mulai besok akan ada operasi
gabungan TNI dan polri serta pihak lain dalam rangka penegakan peraturan
Gubernur dan Peraturan Bupati sesuai arahan Presiden,” katanya.

Terkait dengan pelaksanaan Konferwil VII PWNU Provinsi Bali, Gubernur
mengatakan menyambut gembira pelaksanaan agenda organisasi yang penting ini.
Gubernur mengapresiasi semangat PWNU Bali untuk tetap melaksanakan kegiatan di
masa pandemi dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. 

Ia berharap dalam pelaksanaan Konferwil khususnya dalam memilih pemimpin
mengedepankan semangat musyawarah dan berdemokrasi secara kondusif. “Supaya
siapapun nanti yang menjadi pengurus dapat melaksanakan tugas dengan baik,”
ujarnya.

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Bali Abdul Aziz mengatakan
konferensi ini adalah forum tertinggi di tingkat wilayah di seluruh Indonesia.
Ini adalah momentum di mana setelah pengurus 5 tahun berbakti untuk dievaluasi
untuk menyampaikan laporannya sejauh mana kinerja yang sudah dilakukan.

Aziz menambahkan diantaranya untuk merumuskan program-program 5 tahun ke depan
apa yang menjadi harapan-harapan daripada segenap warga Nahdlatul Ulama untuk
NU di provinsi Bali ini dan yang terakhir tentunya di dalamnya akan memilih
seorang pemimpin. 

“Harapan saya siapapun yang akan menjadi pemimpin nantinya bisa melanjutkan
program-program yang telah kami tanamkan,” ujarnya. 

Hadir Wakil Sekjen PBNU H. Sulthonul Huda, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI
Husein Sagaf, Ketua FKUB Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet dan beberapa
perwakilan Forkopimda lainnya. (rhm)

Berita Lainnya

Terkini