Gubernur Koster Wujudkan Padma Bhuwana Kawasan Pusat Kebudayaan Bali

16 November 2020, 19:14 WIB

Lebih lanjut Wayan Koster yang juga merupakan Ketua DPD PDI Perjuangan
Provinsi Bali ini menjelaskan untuk mewujudkan Pusat Kebudayaan
Bali./ist

Klungkung – Keseriusan Gubernur Bali, Wayan Koster untuk
mengangkat martabat kebudayaan Bali sebagai Pusat Peradaban Dunia atau Padma
Bhuwana di sampaikan pada Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Kawasan Pusat
Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung, di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri
Kanya, Senin (16/11/2020).

Dalam pemaparannya, Wayan Koster menjelaskan kawasan Pusat Kebudayaan Bali
yang berlokasi di Eks Galian C Gunaksa ini semula merupakan wilayah yang
rusak, tergenang dan terbengkalai, karena pasca Gunung Agung Meletus pada
tahun 1963 menjadikan lahan persawahan yang subur tersebut tertutup aliran
lahar dingin Gunung Agung lebih dari 300 Ha.

Lebih lanjut Wayan Koster yang juga merupakan Ketua DPD PDI Perjuangan
Provinsi Bali ini menjelaskan untuk mewujudkan Pusat Kebudayaan Bali.

Kami melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan
Permukiman Provinsi Bali telah melakukan Penetapan Lokasi Pembangunan Kawasan
Pusat Kebudayaan Bali dengan luas mencapai 334, 62 Ha yang terdiri dari
Pemukiman Desa Tangkas Eksisting sebanyak 11,19 Ha, Penlok Tahap I seluas
110,31 Ha, Penlok Tahap II dengan luas 213, 12 Ha.

“Secara konsep perencanaan, ada 3 konsep yaitu Konsep Utama Pembangunan
Kawasan Pusat Kebudayaan Bali dengan merencanakan tempat yang dapat menjadi
inventarisasi warisan Kebudayaan masa lalu diintegrasikan dengan kebutuhan
pengetahuan dan teknologi masa kini, dan masa yang akan datang, sehingga
nilai-nilai luhur budaya dapat terwarisi secara berkelanjutan,” ujarnya.

Selanjutnya dalam konsep pembangunan terdapat Edukasi, Konservasi, Rekreasi,
dan Pembangunan ramah lingkungan yang berkelanjutan dan Pembangunan
Terintegrasi berbasis IT Kemudian ada juga Konsep Infrastruktur Terintegrasi
dan Ramah Lingkungan.

Dengan adanya Perhubungan Darat (Jalan, Kereta LRT, & ART, red),
Perhubungan Laut (Pelabuhan Gunaksa, Marina, red), dan Pengembangan
Infrastruktur yang aman dan ramah lingkungan.

Tidak berhenti sampai disana, Wayan Koster yang disetiap pembangunannya di
Provinsi Bali selalu berpedoman pada ajaran Trisakti Bung Karno yakni
Berdaulat di bidang Politik, Berdikari di bidang Ekonomi, dan Berkepribadian
dalam bidang Kebudayaan menegaskan bahwa dalam di Masterplan Pembangunan
Kawasan Pusat Kebudayaan Bali mengusung konsep Tri Mandala & Sat Kerthi,
yang terdiri dari Wana Kerthi dengan pembangunan Taman Hutan Raya dan Taman
Rekreasi.

Danu Kerthi, dengan pembangunan Danau, serta Estuary Dam untuk Atma Kerthi
terdapat bangunan Catus Patha, Jagat Kerthi terdapat bangunan Panggung Terbuka
sedangkan Jana Kerthi ini merupakan Pusat Kebudayaan Bali dengan memiliki area
pendukung lainnya, dan Segara Kerthi merupakan laut, dan marina.

“Jadi saya berkeinginan untuk mengangkat martabat kebudayaan Bali, karena
dalam sejarah Bali di Klungkung ini adalah tempat Masa Keemasan Kebudayaan
Bali yang saat itu terjadi di Era Kerajaan Gelgel dengan Raja Dalem
Waturenggong,” jelasnya.

Dalam Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di
Kabupaten Klungkung tersebut. (lif)

Artikel Lainnya

Terkini