Hari Lahir Pancasila, Presiden Jokowi Datangi Rumah Pengasingan Bung Karno

Presiden Joko Widodo berkunjung ke salah satu tempat yang menjadi bagian dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia, yaitu Rumah Pengasingan Bung Karno pada Rabu, 1 Juni 2022./Dok. Biro Pers Setpres

1 Juni 2022, 19:27 WIB

Ende – Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni dimanfaatkan Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengunjungi Rumah Pengasingan Bung Karno di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Negara berkunjung ke salah satu tempat yang menjadi bagian dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia, yaitu Rumah Pengasingan Bung Karno pada Rabu, 1 Juni 2022.

Di rumah pengasihan ini, jejak perjuangan Bung Karno masih terlukis jelas.

Wayan Koster Wakili Keluarga Bung Karno Terima Penghargaan Outstanding Lifetime Achievement Award

Berbagai macam barang-barang peninggalan Bung Karno bersama keluarga selama diasingkan, seperti lukisan tangan Bung Karno dan naskah drama sandiwara yang terukir kesan mendalam akan nilai persahabatan, kerakyatan, dan cintanya terhadap alam.

Juru Pelihara tempat bersejarah, Syarifudin, menuturkan umah Pengasingan Bung Karno telah terkenal sampai ke luar negeri.

Syarifudin bersyukur atas kunjungan Kepala Negara ke Rumah Pengasingan Bung Karno tepat di hari lahir Pancasila yang dinilai sangat berharga.

Penanaman Nilai-nilai Pancasila Butuh Aksi Nyata di Masyarakat

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi menambahka, saat diasingkan, Bung Karno pernah menyebut tempat ini sebagai “ujung dunia”, di mana pada waktu itu tidak pernah terbayangkan bangsa Indonesia dapat merdeka.

“Namun dengan jiwa cinta Tanah Air yang sangat besar, Bung Karno mampu mengubah situasi tersebut menjadi semangat dalam memerdekakan Tanah Air,” tuturnya.

Dari tempat pengasingan itu, Bung Karno memanfaatkan dari situasi yang sangat menekan itu menjadi semangat pembebas lebih lanjut.

“Ende ini menjadi salah satu titik utama dalam perjalanan Bung Karno, Pancasila, dan akhirnya kemerdekaan,” ucap Yudian Wahyudi. ***

Artikel Lainnya

Terkini