Hormati Nyepi, MUI Tabanan Imbau Umat Islam Jaga Ketenangan Beribadah

27 Maret 2017, 19:08 WIB

MUI%2BTabanan

TABANAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tabanan mengeluarkan himbauan kepada umat Islam agar tetap menjaga ketenangan saat beribadah guna menghormati Umat Hindu yang tengah melaksanakan Catur Berata Penyepian pada Selasa 28 Maret 2017.

Surat Himbauan yang ditandatangani Ketua MUI Tabanan M Rif’an dan Sekretaris Yusuf telah dikirim ke seluruh pengurus Takmis Masjid dan Mushala. Dala melaksanakan kewajiban ibadah Sholat lima waktu agar pelaksanananya menyesuaikan diri dengan memperhatikan Surat Edaran Bupati Tabanan.

Rif’an mengungkapkan, imbauan itu guna menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Tabanan Nomor 003.2/0053/KESAR Tahun 2017 tentang pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1939 dan Rapat Kordinasi MUI dengan Polres Tabanan, Senin (20/3/17).

“MUI telah memberitahukan seluruh pengurus masjid dan umat Islam yang melaksanakan ibadah di tempat Ibadah musala atau masjid, agar tidak menggunakan pengeras suara /loud speaker, kendaraan bermotor,” jelas Rif’an, Senin (27/3/17).

Selain itu, agar dalam menunaikan ibadah sholat, dilaksankana di tempat ibadah terdekat sesuai surat edaran BUpati Tabanan. Surat ditandatangani juga Sekretaris MUI Yusuf tertanggal 23 Maret 2017. Menindaklanjuti Himbauan MUI, Rukun Warga Muslim (RWM) Bukti Sanggulan Indah dan sekitarnya langsung menyampaikan pengumuman dan permakluman kepada jamaah.

Diketahui selama Nyepi umat Hindu melaksankaan Catur Tapa Berata Penyepian berupa Amati Geni (tidak menyalakan api), Amati Karya (tidak melakukan suatu pekerjaan), Amati Lelanguan (tidak hura-hura atau berseang), Amati Leluangan (tidak berpergian).

“Kami mengimbau warga Muslim Bukit Sanggulan dan sekitarnya MAsjid AL Muhajirin, agar yang rumahnya jauh dengan Masjid agar melaksanaakan kegiatan salat berjamaah bersama keluarga di rumah masing-masing,” kata Ketua Pengurus Rukun Warga Muslim Perumnas Sanggulan Indah dan sekitarnya Warso.

Bagi Jamaah yang rumahnya berdekatan dengan Masjid agar tetap tenang tidak berisik gaduh dan berjalan kaki tidak membawa kendaraan. Selain itu, anak-anak yang belum mandiri agar tidak diajak. Jamaah yang pergi ke tempat ibadah, tidak membawa atau menyalakan lampu baik di jalan maupun di masjid

Yang tak kalah pentingnya, dalam beribadah umat muslim agar tidak menggunakan sound system pengeras suara atau apapun jenisnya. Diharapkan, jika sudah selesai sholat berjamaah agar segera pulang ke rumah masing-masing dan tetap menjaga ketenangan

“Demikian himbauan ini kami sampaikan mohon untuk ditaati,” ujarnya didampingi Sekretaris Djuwarno. (gus)

Artikel Lainnya

Terkini