Imigrasi Bali Tangkapi Model dan Fotografer Asing

15 April 2015, 08:51 WIB

IMG 20150404 184339

Kabarnusa.com – Petugas Imigrasi Kelas I Khusus NGurah Rai menangkap 15 orang warga negara asing yang diduga menyalahi visa kunjungan wisatawan dengan melakukan aktivitas pekerjaan di luar kegiatan wisata.

Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Imigrasi Kelas I Ngurah Rai Muhammad Sholeh mengungkapkan, 15 orang yang ditangkap itu, diduga telah melanggar pasal 122 huruf a Undang Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian.

Kelima belas warga asing itu terdiri dari 11 warga negara Amerika Serikat dan 4 warga negara Canada.

“Mereka kami dapati tengah melakukan kegiatan paradise challange atau pemotretab terhadap model-model asing di Bali,” tandas Sholeh dalam keterangan resmi di kantornya, Selasa (14/4/2015).

Di antara model asing itu adalah Dina Morel (Canada) sebagai hair dresser, Luis Munoz (USA) sebagai manager Organizer, Ronald Hansen (USA) sebagai Sales Marketing, Aurelie Elisabeth Renout (Canada) make up cosmetic, Mariael Dulgicer (USA) staf Lighting, Chole Terae Thompson (Canada) sebagao social media and salses Event Paradixse Chalangge.

Kata Sholeh, Dina Morel Cs masuk ke wilayah Indonesia menggunakan vibas on arrival.

Mereka sebelumnya diintai selama tiga hari setelah petugas menangkap gerak geriknya mencurigakan setelah tiba di Pulau Bali.

Bahkan, petugas melakukan penyamanran untuk bisa mendekatke lokasi mereka melakukan pemotretan dengan beberapa model di daerah Canggu Kecamatan Kuta Utara, Seminyak hingga ke Bali Zoo.

Setelah mengantongi cukup bukti aktivitas para personel model dan fotografer yang tergabung dalam event paradise challange melanggar keimigrasian, dilakukan penggerebekan pada Jumat 10 April malam di  salah satu vila di Canggu.

“Mereka warga negara asing menggunakan visa on arrival beserta peralatan yang digunakan untuk pemotretan,” tandasnya.

Dari pemeriksaan mereka mengaku melakukan pemotretan di sekitar vila dan hotel yang dikuatkan dengan akun media sosial. Rencananya, kegiatan mereka akan berlangsung hingga 21 April ini, namun keburu digerebek petugas.

“Mereka mengaku bekerja di sebuah majalah tetapi tidak jelas di mana terbitnya,” sambung dia.

Berdasar hal itu, mereka terbukti melanggar UU keimgrasian karena menyalahgunakan pemberian izin tinggal yang diberikan.

“Sesuai Pasal 76 ayat I UU Nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian maka dilakukan tindakan administratif dengan melakukan deportasi dari wilayah Indonesia ke negara asalnya,” imnbuh Sholeh.

Rencana deportasi dilakukan secara bertahap disesuaian dengan selesainya kelengkapan adminsrasi dokumen mereka. (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini