Ini Sederet Prestasi Pangdam Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak

25 November 2020, 18:39 WIB

Mayjen TNI Maruli Simanjuntak yang telah mendharma baktikan dirinya
dalam melaksanakan tugas sebagai Prajurit TNI Angkatan Darat sejak 28
tahun lalu,/ist

Denpasar – Kodam IX/Udayana bangga dengan nahkodai oleh para Pemimpin
yang sarat pengalaman dan prestasi, hal tersebut diungkapkan Kapendam
IX/Udayana Kolonel Kav Jonny Harianto G, S.I.P., dalam rilis tertulisnya pada
Rabu (25/11/2020) di Denpasar.

Mayjen TNI Maruli Simanjuntak yang telah mendharma baktikan dirinya dalam
melaksanakan tugas sebagai Prajurit TNI Angkatan Darat sejak 28 tahun lalu,
sebagian besar pengabdiannya pada satuan elit TNI AD yaitu di Satuan Komando
Pasukan Khusus (Kopassus).

Selain itu, beliau juga dipercaya oleh negara untuk menjadi Pasukan Pengamanan
Presiden (Paspampres) RI pada Tahun 2014-2016 sebagai Dan Grup A Paspampres,
selanjutnya Tahun 2017-2018 sebagai Wadanpaspampres dan selama dua tahun yaitu
2018-2020 dipercaya untuk memimpin Paspampres (Danpaspampres).

“Paspampres adalah satuan pelaksana di lingkungan TNI, dimana personil
Paspampres berasal dari prajurit pilihan yang dipilih dari yang terbaik dari
segi fisik, mental, inteligensi, postur, dll untuk bertugas menjaga keamanan
Presiden Republik Indonesia beserta keluarga. Sehingga ini merupakan sebagai
suatu kebanggaan tersendiri bagi Prajurit TNI yang terpilih di pasukan
tersebut”, ujar Kapendam.

Begitu juga komitmen pengabdian yang ditunjukkan Mayjen TNI Maruli Simanjuntak
kepada Bangsa Indonesia, saat dipercaya untuk memimpin Korem 074/Warastratama
di Surakarta pada 2016-2017.

“Saat menjabat sebagai Danrem 074/Warastratama, beliau meraih prestasi dengan
dianugerahi gelar Danrem terbaik dalam bidang Program Upaya Khusus (Upsus)
Ketahanan Pangan Tingkat Nasional Tahun 2016”, ungkap Kapendam.

Prestasi tersebut diraih pada saat mengikuti kegiatan Apel Danrem, Dandim
terpusat TA 2016 di Secapaad, Bandung dengan mengusung tema “Melalui Apel
Danrem, Dandim terpusat TA 2016, kita tingkatkan pembinaan teritorial sebagai
fungsi utama TNI AD guna memantapkan kemanunggalan TNI dan Rakyat dalam rangka
mendukung tugas pokok TNI AD”.

Beliau juga menjadi penghubung antara para Kepala Daerah, Pimpinan BUMN,
pengusaha, hingga warga masyarakat khususnya para petani.

Karena kuncinya adalah menumbuhkan kemauan warga untuk menanam dan memelihara
serta juga menghubungkan dengan asosiasi produsen agar nantinya hasil
pertanian bisa dibeli.

Masih di bidang pertanian, beliau juga pada saat itu memprakarsai pembangunan
Embung Watu Gede yang merupakan salah satu embung terbaik dari 20 embung yang
dibangun se Soloraya yang dikerjakan dalam waktu 60 hari secara bergotong
royong.

Untuk mengatasi kendala keterbatasan anggaran pembangunan embung, maka selaku
Danrem saat itu berkoordinasi dengan Bupati dan aparat terkait lainnya di Kab.
Karanganyar.

Hingga akhirnya pembangunan bendungan terlaksana dengan harapan dapat
mengairi persawahan seluas kurang lebih 220 hektar di tiga desa yaitu Desa
Duwetan, Desa Plumpung dan Desa Trungo dan melintasi Kec. Jatipuro, papar
Kapendam.(lif)

Artikel Lainnya

Terkini