Jaga Bali, Inilah Ikrar Damai Baladika dan Laskar

14 Februari 2017, 23:19 WIB

imageContentLib

DENPASAR – Setelah sempat berseteru akhirnya dua ormas besar di Pulau Dewata Baladika Bali dan Laskar Bali sepakat mengucapkan ikrar damai untuk bersama-sama menjaga Bali yang sejahtera dan ajeg.

Kesapakatan dan ikrar damai itu disampaikan dalama persembahyangan bersama yang dihadiri para petinggi ormas berpengaruh itu di Pura Jagatnatha Denpasar, Selasa (14/2/2017) sore..

Para petinggi kedua ormas yang hadir Ketua Umum DPD Baladika Bali, Bagus Alit Sucipta, Ketua Umum DPP Laskar Bali, Anak Agung Kusuma Widanta, Ketua Dewan Pembina DPD Baladika Bali, I Nyoman Gde Sudiantara, Ketua Dewan Penasihat DPP Laskar Bali, Gung Suma, Ketua Harian DPP Ketut Rochineng, Wakil Ketua Umum DPD Baladika Bali, Bagus Jagra Wibawa, Sekjen DPP Laskar Bali Ketut Ismaya, Sekretaris Umum DPD Baladika Bali, Komang Loco Mertajiwa  dan para Ketua DPC dan Korwil dan Korlap kedua ormas.

Dalam kesempatan itu, Ketua Dewan Pembina DPD Baladika Bali, Nyoman Gde Sudiantara, berpesan, apa yang telah di tuangkan harus menjadi sebuah ikatan moral maupun fisik, “Demi sebuah kata menjaga Bali yang sejahtera dan ajeg,” tegas pria yang disapa Punglik itu.

Ia menambahkan, apa yang telah terjadi mulai dari pertemuan di taman jepun, mendapat apresiasi positif dari semua kalangan, baik warga yang ada di Bali maupun warga Bali di luar Bali. Meskipun tetap saja ada pula cetelukan yang masih meragukan komitmen yang telah dicapai itu.

”Ini menjadi tanggung jawab kita semua, baik dari Laskar Bali maupun Baladika Bali, dalam bahwa apa yang telah kita sepakati ini bersift mengikat, untuk menjaga Bali yang jagatdhita,”‘ tandas pengacara kondang itu.

Karenanya, lanjut Punglik, tantangan itu, ke depan hendaknya bersama sama saling menghargai dan menghormati apa yang telah menjadi kesepakatan kedua ormas yang mengikuti massa anggotanya mencapai ribuan itu.

Sementara, Ketua Dewan Penasihat DPP Laskar Bali, Gung Suma mengapresiasi apa yang telah disepakati. Dia menegaskan, Konsekuensi jika ada pihak yang melanggar kesapakatan itu adalah diserahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Gung Suma juga mengakui, banyak pihak pihak yang tidak suka jika Baladika dan Laskar bersatu. Meski begitu, pihaknya bersyukur telah mencapai kesepakatan damai yang diharapkan dijalankan masing-masing ormas.

“Sudah ada empat point kesepakatan itu yang terpenting harus dipatuhi bersama, empat point itu peringatan, skorsing, cabut KTA keluar,” tegas Gung Suma. (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini