Denpasar– Direktur The Sanur, Susy M. Napitupulu, menegaskan komitmennya untuk memperkuat kedaulatan kesehatan nasional melalui pengembangan kawasan pariwisata medis terintegrasi.
Hal tersebut disampaikannya di hadapan para awak media dalam kegiatan media gathering di The Sanur, Denpasar, Rabu (28 Oktober 2026).
Susy menjelaskan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur dikelola oleh PT Hotel Indonesia Natour (HIN) sebagai anak perusahaan dengan keyakinan layanan kesehatan dan kebugaran tidak seharusnya berjalan terpisah-pisah.
“Melalui kawasan ini, kami menghadirkan sebuah ekosistem yang mengkhususkan layanan kesehatan berstandar internasional, wellness, hospitality, serta kekayaan alam dan budaya Bali dalam satu destinasi yang saling melengkapi,” ujar Susy dalam transkrip pemaparannya.
Saat ini, ekosistem The Sanur telah didukung oleh sejumlah fasilitas terkemuka seperti Bali International Hospital, Aster Clinic, The Sanur, Merusaka Sanur, Bali Beach Hotel, dan Bali Beach Convention sebagai akomodasi bagian dari KEK.
Selain itu, terdapat pula Eth Botanikal Garden serta berbagai fasilitas lain yang terus berjalan dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir tahun 2028.
Susy memaparkan pembangunan kawasan ini dilatarbelakangi oleh data tingginya warga Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri. Tercatat ada sekitar 2 juta masyarakat Indonesia yang mencari pengobatan kesehatan maupun wellness di luar negeri.
Untuk menarik kembali masyarakat tersebut serta mendatangkan pasien internasional, strategi yang diterapkan bukan sekadar mengajak secara verbal, melainkan menghadirkan langsung standar pelayanan global ke Bali.
“Agak susah ya kalau mengajak mereka, ‘Ayo dong ke saya deh, di Bali ada loh sekarang,’ itu nggak akan ada yang percaya,” ungkap Susy. “Tapi dengan menghadirkan dokter, teknologi, dan obat-obatan yang digunakan di luar negeri itu di kawasan ini, baru semua orang percaya.”
Dalam kesempatan yang sama, Susy juga mengapresiasi kehadiran para tenant pertama yang percaya integrasi kawasan ini akan menjadi kebanggaan Indonesia.
Ia menekankan keunggulan utama The Sanur terletak pada konektivitas fasilitas yang memberikan pengalaman holistik, tidak hanya bagi pasien dan pengunjung, tetapi juga bagi keluarga yang mendampingi.
Menyadari pengembangan destinasi terintegrasi merupakan proses yang panjang dan dinamis, Susy berharap kolaborasi dengan para pemangku kepentingan—khususnya rekan-rekan media—dapat terus terjalin erat.
“Melalui diskusi dan kunjungan kawasan hari ini, kami berharap rekan-rekan media dapat melihat secara langsung perkembangan The Sanur, mengenai fasilitas yang telah beroperasi, serta memahami bagaimana seluruh elemen kawasan ini saling mendukung,” tutupnya. ***

