Desa Wisata Penglipuran Kembali Memikat Dunia: Festival ke-13 Resmi Dibuka

Penglipuran Village Festival kembali masuk ke jajaran 100 event terbaik dalam Kharisma Event Nusantara (KEN).

9 Juli 2026, 13:42 WIB

Bangli – Suasana Desa Wisata Penglipuran, Bangli, terasa makin semarak Kamis (8/7/2026).

Penglipuran Village Festival 2026 resmi dibuka, menandai gelaran ke-13 kalinya desa wisata kebanggaan Indonesia ini merayakan kekayaan budayanya. Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II Kementerian Pariwisata, Dwi Marhen Yono, memberikan apresiasi tinggi.

Desa Penglipuran tidak hanya destinasi, tetapi menjadi bukti nyata budaya lokal yang dijaga dengan tulus bisa mengalahkan daya tarik alam semata.

Suasana Pembukaan Penglipuran Village Festival 2026 di Bangli/dok.kabarnusa

Banyak yang bertanya, di tengah gempuran destinasi lain seperti Vietnam atau Malaysia, mengapa wisatawan tetap jatuh cinta pada Indonesia?  Dwi Marhen punya jawaban diantaranya:

Pertama Budaya adalah Magnet” Utama. Wisatawan mancanegara datang bukan cuma cari pantai, tapi cari pengalaman budaya yang unik dan otentik.

Inilah yang membuat Bali dan Penglipuran selalu punya tempat spesial di hati mereka.

Kedua, wisata kuliner yang bikin Kangen  Sate, bakso, dan nasi goreng telah mendunia. Kuliner kita terbukti menjadi salah satu alasan terkuat turis ingin datang kembali.

Tahun ini, Penglipuran Village Festival kembali masuk ke jajaran 100 event terbaik dalam Kharisma Event Nusantara (KEN).

Dari 3.600 event yang diseleksi ketat, Penglipuran lolos karena dua hal utama: kualitas budayanya yang luar biasa dan dampak ekonomi (multiplier effect) yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Prestasi Penglipuran memang bukan kaleng-kaleng. Setelah sebelumnya diakui oleh UN Tourism di tahun 2023, desa ini terus membuktikan, perpaduan antara keramahtamahan warga, kebersihan desa, dan kelestarian alam adalah resep sukses pariwisata masa depan.

Pihak Kementerian Pariwisata berharap Penglipuran bisa terus menjadi role model bagi desa-desa wisata lainnya di Indonesia.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, tokoh adat, dan pihak swasta, pariwisata Indonesia diharapkan terus tumbuh dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas, seperti Amerika dan Eropa. ***

Berita Lainnya

Terkini