Kepala BNPB Tinjau Infrastruktur Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Jembatan Gladak Perak yang menjadi penghubung antara Kabupaten Lumajang menuju Malang rusak dan putus.

7 Desember 2021, 04:47 WIB

Lumajang – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana () meninjau lokasi terdampak awan panas guguran Gunung Semeru di Jembatan Gladak Perak, Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (6/12/2021).

Kepala mengendarai sepeda motor jenis trail menuju ke lokasi, mengingat medan tidak dapat dijangkau menggunakan kendaraan roda empat.

Di sepanjang jalan menuju lokasi, Kepala melihat banyak kerusakan vegetasi berupa pohon tumbang dan material vulkanik yang menutupi jalan hingga ketebalan kurang lebih 30 sentimeter.

Wakili Bali, Pembalap Frendy Saputro Siap Torehkan Prestasi di CBR Race Day

Beberapa bangunan di sepanjang jalan yang berada di lembah Daerah Aliran Sungai (DAS) Curah Kobokan juga mengalami kerusakan terdampak awan panas guguran.

Sesampainya di ujung jalan yang tidak dapat dilalui lagi, Kepala yang didampingi Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Jarwansyah beserta unsur Korem setempat berhenti dan melihat Jembatan Gladak Perak yang rusak dan putus.

Jembatan Gladak Perak tersebut menjadi penghubung antara Kabupaten Lumajang menuju Malang.

Wujudkan Karangasem Sentra Produksi Kapas Bali, Ini Langkah Bupati Gede Dana

Di lokasi itu, Kepala BNPB akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera mengambil tindakan percepatan penanganan dan pemulihan bencana yang ditimbulkan oleh .

“BNPB akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk segera menangani ini,” ujar Suharyanto.

Di samping itu, Kepala BNPB juga memerintahkan seluruh unsur TNI, Polri dan lintas instansi gabungan agar memastikan tidak ada masyarakat di wilayah itu. Hal itu untuk mengantisipasi adanya awan panas guguran susulan Gunung Semeru yang masih berpotensi terjadi sewaktu-waktu.

‘Nyala Mesin’ Film Keamanan Berkendara Karya Pemuda Bali Juara SMC 2021

“Jangan sampai ada masyarakat di area ini ya. Masih berbahaya,” tutupnya. ***

Artikel Lainnya

Terkini