Kisah Nakes Terpapar Covid-19, Terus Bangun Optimisme saat Jalani Karantina

26 Oktober 2021, 20:33 WIB

AVvXsEgMv0KvQzwHZaIPw6K8uOtT 1 KF1Y9PcVq1zl9 GFJFhGttl 7ufpjrSQ7WfcFeb
Bagus Eka satu diantara ribuan nakes di Indonesia menjalankan tugas sebagai perawat melayani pasien, akhirnya terpapar
dinyatakan positif Covid-19 sehingga harus diisolasi terpusat atau
isoter./Dok. Kabarnusa

Denpasar – Tenaga kesehatan sangat rentan terpapar Covid-19 seperti dialami Bagus Eka, seorang perawat di sebuah rumah sakit di Denpasar yang harus menjalani karantina terpusat. Bersyukurnya, dengan semangat dan optimisme yang dibangunnya saat harus mengikuti semua prosedur yang ditetapkan selama masa karantina akhirnya dia dinyatakan sembuh.

Bagus Eka adalah satu diantara ribuan nakes di Indonesia yang dalam menjalankan tugasnya sebagai perawat melayani pasien, akhirnya terpapar dan dinyatakan positif Covid-19 sehingga harus diisolasi terpusat atau isoter.

Awalnya, dia tidak mengira akan terpapar, sebab selama bekerja maupun saat berada di rumah, tetap memperhatikan protokol kesehatan mulai memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir atau hand sanitizer hingga menjaga jarak, mencegah kerumunan dan menghindari makan bersama atau 5M.

Barulah beberapa hari terakhir, ketika mulai merasa ada perubahan atau terlihat gejala-gejala seperti kehilangan daya penciuman hingga kondisi kesehatannya menurun, tersadar tengah tertular virus corona.

Pihak rumah sakit tempatnya bekerja, sudah beberapa kali melakukan swab dan akhirnya terkonfirmasi positif Covid-19. Tidak hanya dirinya, Sang istri yang juga sama-sama seorang perawat ikut terkonfirmasi positif.

“Syukurnya anak saya masih balita tidak tertular, langsung saya menjaga jarak, tidak kontak langsung dengan keluarga,” tuturnya ditemui pekan ini.

Akhirnya, pria yang disapa Gus Eka ini bersama istri menjalani isoter di sebuah hotel di daerah Kuta selama satu pekan lebih.

Selama di hotel tempat isoter, dia makin tersadar, tidak boleh terus memikirkan virus yang menyerang tubuhnya, sehingga kesempatan itu diimanfaatkan untuk bisa sembuh.

Karena itu, setiap ada kesempatan pagi siang, sore bahkan malam hari, beraktivitas yang mengeluarkan keringat, mengikuti imbauan saran petugas medis, memakan asupan yang cukup atau bergizi.

“Sebagai nakes, saya juga terpanggil untuk menyemangati sesama pasien Covid-19 lainnya, agar semangat untuk sembuh,” kata Gus Eka yang tinggal di sebuah perumahan di Sading, Kecamatan Mengwi Badung ini.

Kepada mereka sesama pasien Covid-19, Gus Eka selalu berbicara, mengajak hal-hal positif seperti berolahraga dan membangun pikiran dan energi positif.

Jangan sampai, memikirkan sakit yang dideritanya tetapi harus selalu ditanamnkan untuk sembuh. Terus bersemangat, membuang jauh-jauh kekhawatiran yang buruk, karena itu akan mempengaruhi imun tubuh maupun kesehatannya.

“Saya buktikan sendiri, dengan optimis akan sembuh, sembuh dan mengikuti semua selama aturan dan ketentuan karantina, akhhirnya bisa sembuh dari Covid-19,” tandasnnya. (Rohmat)

Artikel Lainnya

Terkini