Letusan Gas Air Mata Warnai Aksi Ricuh di Mapolda DIY

Aparat Polda DIY melepaskan dua kali letusan diduga gas air mata, masing-masing pada pukul 19.50 WIB dan 20.05 WIB, untuk membubarkan massa.

24 Februari 2026, 22:59 WIB

Yogyakarta – Suara letusan terdengar di depan Markas Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Mapolda DIY), Selasa (24/2/2026) malam, saat aksi unjuk rasa berlangsung ricuh.

Peristiwa ini terjadi di tengah demonstrasi masyarakat yang memprotes dugaan penganiayaan terhadap seorang siswa berinisial AT (14) oleh oknum anggota Brimob Polda Maluku, Bripda Mesias Siahaya.

Massa mulai berkumpul sejak sore hingga malam hari tanpa panggung orasi maupun tuntutan tertulis.

Mereka bergerak secara organik dan menggelar salat gaib untuk mendoakan AT serta korban lain yang disebut mengalami kekerasan aparat.

Sekitar pukul 19.45 WIB, salat gaib selesai dilaksanakan, namun situasi memanas ketika sebagian peserta aksi berusaha menjebol pembatas di gerbang timur Mapolda DIY sambil meneriakkan “pembunuh”.

Salah satu peserta aksi, Yazi, menyatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk doa dan solidaritas.

Ia menegaskan massa hadir sebagai masyarakat yang resah terhadap dugaan kekerasan aparat, bukan mewakili institusi kampus tertentu.

Yazi juga menyerukan perlunya reformasi di tubuh kepolisian agar aparat kembali berfungsi sebagai pelindung rakyat.

Ketegangan meningkat ketika pintu gerbang sisi timur roboh. Aparat kemudian melepaskan dua kali letusan yang diduga gas air mata, masing-masing pada pukul 19.50 WIB dan 20.05 WIB, untuk membubarkan massa.

Akibatnya, kerumunan berlarian menjauh dari lokasi. Sekitar pukul 20.18 WIB, massa berhasil dibubarkan, dan empat menit kemudian arus lalu lintas di sisi barat Mapolda DIY kembali normal.***

Berita Lainnya

Terkini