Mahasiswa Harus Adaptasi dan Kuasai Berbagai Solusi Berbasis Teknologi Digital

25 Januari 2021, 16:38 WIB

Direktur Teknologi XL Axiata – I Gede Darmayusa (paling kiri) bersama
Chief Enterprise & SME Officer XL Axiata – Feby Sallyanto (kedua
kiri), Group Head Corporate Communications XL Axiata – Tri Wahyuningsih
(paling kanan) dan CEO Prasimax – Didi Setiadi (kedua kanan) sebagai
panelis presentasi pengembangan ekosistem IoT yang dipaparkan oleh salah
satu mahasiswa XLFL Angkatan ke-7, Roudhotul Sofa Nurauliya (tengah
bawah) di acara XL Future Leaders National Conference 2021/ist

Jakarta – Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini,
menekankan perlunya para mahasiswa yang juga akan segera membangun karir
tersebut untuk beradaptasi dan menguasai berbagai solusi berbasis teknologi
digital.

Dian menyampaikan itu saat prosesi wisuda mahasiswa Program XL Future Leaders
(XLFL). Sebanyak 149 mahasiswa angkatan ketujuh dan 9 mahasiswa dari angkatan
sebelumnya dinyatakan telah selesai mengikuti program berdurasi dua tahun
tersebut.

Saat ini telah memasuki era serba digital, di mana teknologi digital semakin
melekat dalam aktivitas keseharian masyarakat dunia.

“Karena itu, pengetahuan dan penguasaan atas solusi-solusi berbasis teknologi
digital menjadi kompetensi yang harus dimiliki para calon pemimpin di masa
depan,” tegasnya

Penguasaan atas solusi digital bagi para mahasiswa XLFL bukan sekadar agar
bisa kompetitif di tengah persaingan yang ketat untuk membangun karir di masa
depan, namun juga agar mampu menerapkannya dalam mencari solusi atas berbagai
hal di sekitarnya, termasuk dalam kehidupan di tengah masyarakat.

Artinya, mereka bukan hanya menjadi konsumen teknologi, namun sebaiknya juga
mampu memanfaatkan teknologi untuk menjadi solusi agar lebih produktif.

Terkait penguasaan solusi digital, sudah sejak dua tahun terakhir ini,
mahasiswa XLFL mendapatkan materi-materi mengenai solusi berbasis teknologi
digital sebagai bagian dari materi pembelajaran.

Mereka antara lain mendapatkan materi mengenai prinsip-prinsip dasar dari
Revolusi Industri 4.0, Internet of Things (IoT), serta pengembangan solusi
digital pada dunia bisnis.

Tidak hanya menerima teori, mereka bahkan juga didorong untuk mampu
menciptakan solusi IoT sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.

Hasilnya, kini telah tercipta 18 solusi IoT yang telah memiliki prototipe dan
masuki tahap uji coba lapangan. Beberapa di antaranya bahkan sudah siap
diadopsi oleh pelaku bisnis.

Para mahasiswa penerima beasiswa XLFL angkatan ketujuh yang diwisuda ini
berasal dari 34 kota/kabupaten di berbagai provinsi. Mereka menempuh kuliah di
35 kampus yang juga tersebar di berbagai daerah.

Disiplin ilmu mereka juga sangat beragam baik dari sosial maupun eksakta.
Secara gender, sebanyak 85 perempuan, dan 74 laki-laki.

Penilaian dalam program XLFL antara lain dilakukan melalui pengamatan terhadap
perubahan pada setiap mahasiswa dalam mengeksplorasi, mempelajari, dan
merespon kejadian baik di kelas maupun di lingkungan sosial.

Selain itu penilaian juga berdasarkan dari kemampuan mereka dalam
mengimplementasikan apa yang sudah didapat dari XLFL untuk masyarakat,
contohnya berupa 18 solusi IoT yang telah mereka buat dan kembangkan.

Total, sejak angkatan pertama, XLFL telah meluluskan 1.000 mahasiswa. Sebagian
besar di antara mereka meniti karir di perusahaan swasta, sebagian lainnya
menjadi PNS, membangun bisnis sendiri, melanjutkan bisnis keluarga, dan ada
juga yang melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi.

Kerja sama pengembangan IoT

Masih terkait dengan program pengembangan IoT dengan melibatkan mahasiswa, XL
Axiata melalui X-Camp kembali menjalin kerja sama dengan delapan perguruan
tinggi.

Program ini dilaksanakan demi pengembangan ekosistem IoT di Indonesia,
mengingat dari tahun ke tahun, permintaan atas solusi IoT untuk berbagai
keperluan, termasuk bisnis, juga terus meningkat.

X-Camp sendiri merupakan Laboratorium pengembangan IoT milik XL Axiata.

Direktur Teknologi XL Axiata, I Gede Darmayusa bersama para perwakilan kampus
melakukan penandatanganan kerja sama secara virtual di acara XL Future Leaders
National Conference 2021 di Jakarta pada Minggu (24/1/2021).

Kedelapan kampus yang dimaksud adalah Universitas Syiah Kuala, Politeknik
Negeri Bandung, Sekolah Vokasi IPB, Universitas Pertamina, ESQ Business
School, Universitas Siliwangi, Universitas Esa Unggul, dan Universitas
Pradita.

Kerja sama ini akan meliputi antara lain pertukaran pengetahuan dan
kapabilitas, pengembangan bersama produk IoT, serta riset.

X-Camp akan menyediakan Lab IoT sebagai tempat magang, bahkan jika diperlukan
akan menyediakan jaringan NbIoT di kampus. Dengan adanya kerja sama, para
talenta IoT daerah bisa disalurkan ide-idenya untuk dikembangkan di XL Axiata.

“Sedang XL Axiata sendiri akan banyak mendapatkan talenta terpilih yang akan
mendukung program-progam ke depan,” Gede menyampaikan.

Dikataakan, kerja sama dengan kalangan kampus ini sekaligus melanjutkan kerja
sama serupa yang telah dilakukan dengan Universitas Brawijaya, Malang dan
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Program bersama tersebut sejauh ini telah menunjukkan hasil yang cukup
positif. Beberapa produk IoT sudah berhasil dibuat dan siap dikembangkan untuk
bisa dibawa ke ranah komersial. (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini