Mayat di Pesisir Jembrana Itu Seorang Sopir

22 April 2015, 12:11 WIB

mayat%2Btanpa%2Bidentitas%2Bjembrana

Kabarnusa.com – Mayat pria tanpa identitas yang ditemukan di Pantai Tembles,
Desa Penyaringan, Mendoyo Kabupaten Jembrana, Bali akhirnya bisa terungkap idenitasnya.

Jasad korban yang ditemukan Ida Bagus Ida Bagus Gede Manuaba (46),
warga Banjar Temles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana pada pukul 08.00 wita saat saksi mengantar anaknya bermain di pantai.

Keluarga korban yang datang ke
TKP mengenali wajah pria yang diketahui berprofesi sebagai sopir.

Korban yang saat ditemukan dalam keadaan tertelungkup tersebut ternyata
bernama Kade Herman Setiawan (27) alias Godoh, asal Lingkungan
Pancardawa, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana.

Korban kesehariannya diketahui tinggal bersama keluarga
ibunya di Pemedilan, Kelurahan Dauhwaru, Jembrana.

“Ini saudara misan saya. Dia memang hilang sejak Selasa (21/4) sore dan
kami sempat mencarinya bersama keluarga yang lain,” ujar  Gede Sukadana
(40), warga Banjar Temles, Desa Penyaringan, Mendoyo yang mengaku
saudara korban kepada petugas kepolisian Rabu (22/4/2015) di TKP.

Menurut Sukadana, korban adalah bekerja sebagai sopir bersama pamannya
Ketut Darmayasa yang tinggal di Lingkungan Pemedilan, Kelurahan
Dauhwaru.

Dari keterangan keluarga, korban, diketahui pergi dari rumahnya Selasa (21/4)
sekitar pukul 16.00 wita. Pihak keluarga sempat melakukan pencarian
terhadap korban hingga malam hari.

“Dia pergi dari rumah dengan menggunakan motor Honda Scoopy DK 4165 ZI dan sempat dikejar oleh pamannya,” ujar Sukadana.

Kapolsek Mendoyo AKP I Wayan Arta Ariawan mendampingi Kasat Reskrim
Polres Jembrana dikonfirmasi membenarkan identitas korban telah
diketahui karena telah dikenali pihak keluarga.

Menurutnya, saat ini mayat korban telah dievakuasi ke RSUD Negara untuk
dilakukan pemeriksaan luar maupun dalam. Untuk mengetahui penyebab
kematian korban.

Hanya saja, dari pemeriksaan awal di TKP kuat dugaan korban meninggal bukan karena tenggelam di laut atau diseret arus.

“Tapi penyebab pastinya kami masih menunggu hasil otopsi dari rumah
sakit. Kami juga masih meminta keterangan saksi-saksi dan keluarga
korban,” terang Arta Ariawan.(dar)

Artikel Lainnya

Terkini