Melampaui Ekspektasi: Bandara I Gusti Ngurah Rai Sukses Kawal 1,4 Juta Penumpang Selama Libur Nataru

Selama 21 hari masa operasi (15 Desember 2025 – 4 Januari 2026), Bandara Ngurah Rai Bali berhasil melayani 1.483.824 penumpang.

5 Januari 2026, 21:38 WIB

Badung– Pintu gerbang udara Pulau Dewata kembali membuktikan ketangguhannya. Tepat pada Senin (5/1), Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai resmi menutup Posko Terpadu Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Bandara Ngurah Rai berhasil mengelola jutaan mobilisasi manusia di tengah cuaca ekstrem dan lonjakan trafik yang signifikan.

Selama 21 hari masa operasi (15 Desember 2025 – 4 Januari 2026), bandara tersibuk di Indonesia ini berhasil melayani 1.483.824 penumpang.

Menariknya, pesona Bali di mata dunia tetap tak tergoyahkan dengan dominasi penumpang internasional yang mencapai 59% atau sebanyak 877.876 orang.

Tingginya antusiasme wisatawan tergambar jelas pada data harian. Rata-rata per hari, bandara melayani 70.658 penumpang—meningkat hingga 10% dibanding hari biasa.

Puncak Arus Libur: Terjadi pada 28 Desember 2025 dengan 83.512 penumpang.

Puncak Arus Balik: Terjadi pada 2 Januari 2026 dengan 77.367 penumpang.

Kepadatan Udara: Tercatat rata-rata 434 pergerakan pesawat per hari. Artinya, setiap satu jam, terdapat sekitar 18 proses lepas landas dan pendaratan yang dikelola dengan presisi tinggi.

Tahun ini, Bandara Ngurah Rai melakukan terobosan untuk menjamin kenyamanan penumpang. General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, mengungkapkan bahwa kunci sukses tahun ini adalah kehadiran Mobile Customer Service.

“Kami tidak ingin penumpang bingung atau menunggu lama. Petugas kami bergerak aktif di terminal untuk memberikan solusi instan. Ini adalah inovasi perdana di posko Nataru sebagai wujud komitmen ‘Melayani Sepenuh Hati’,” ujar Nugroho.

Selain inovasi layanan, sinergi lintas instansi menjadi “benteng” utama. Kolaborasi antara TNI AU, Kepolisian, Dinas Perhubungan, hingga kearifan lokal melalui Pecalang, terbukti efektif mengurai kepadatan di titik-titik krusial seperti area drop-off, pemeriksaan keamanan, hingga pengambilan bagasi.

Meski dihadapkan pada tantangan dinamika cuaca, seluruh rangkaian operasional dinyatakan berjalan aman, lancar, dan terkendali.

Angka pertumbuhan trafik sebesar 7% hingga 10% dibanding rata-rata tahun 2025 menjadi sinyal positif bagi kebangkitan pariwisata Bali di tahun yang baru.

“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh stakeholder. Koordinasi solid ini adalah standar yang akan terus kami pertahankan demi menjaga wajah Indonesia di mata dunia melalui layanan bandara yang unggul,” pungkas Nugroho Jati.***

Berita Lainnya

Terkini