Minyak Goreng Curah Masih Dijual Bebas di Jembrana

2 Maret 2016, 00:00 WIB

minyak%2Bgoreng%2Bcurah%2B3

Kabarnusa.com – Pelarangan peredaran dan jual beli minyak goreng curah di seluruh Indonesia sejak bulan ini sesuai Peraturan Menteri Perdagangan nomor 80/M-DAG-PER/10/2010 tentang minyak goring wajib kemasan terbukti belum efektif.

Di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Jembrana, Bali masih dijumpai peredaran minyak goreng curah ini.

Belakangan diketahui, distributor, pedagang dan masyarakat mengaku tidak mengetahui adanya aturan pelarangan tersebut.

“Kami belum tahu tentang aturan itu, yang jelas belum ada sosialisasi dari pemerintah kepada kami,” ujar Desak Rai, salah seorang pedagang sembako di pasar umum Negara, Selasa (1/3/2016)

Dia mengaku, sudah mendengar selentingan serta sempat mendengar berita di TV, bahwa minyak goring curah tersebut dilarang beredar dan diperjual belikan.

Namun secara pasti kapan diberlakukannya aturan itu, dia belum mengtahui. Karena pengirimannya masih lancar terpaksa kami tetap menjualnnya..

Hingga saat ini para pedagang lainnya di pasar umum Negara,  tetap menjual menjual minyak goreng sawit curah (kiloan) dan minyak goreng kelapa buatan warga lokal secara tradisional yang dikemas dalam botol air mineral.

“Sampai saat ini permintaan minyak goring curah di masyarakat sangat tinggi. Kami masih akan tetap menjualnya sampai ada sosialisasi dari pemerintah,” katanya.

Untuk permintaan minyak goreng kemasan berlabel edar dan berstandar SNI jauh lebih sedikit dibandingkan minyak goreng curah karena harga minyak goreng kemasan lebih mahal.

Desak Rai dan pedagang sembako lainnya berharap, jika memang minyak goreng curah dilarang peredarannya, hendaknya pemerintah memberikan sosialisasi serta menghentikan  pengiriman minyak goreng curah ke pasar-pasar.(dar)

Artikel Lainnya

Terkini