OJK Sambut Dukungan ASEAN Capital Markets Forum terhadap Reformasi Pasar Modal Indonesia

29 Oktober 2026, 07:28 WIB

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut baik dukungan kuat dari ASEAN Capital Markets Forum (ACMF) terhadap reformasi strategis pasar modal Indonesia, Rabu (28/10).

Dukungan tersebut menegaskan komitmen kawasan ASEAN dalam memperkuat transparansi, penegakan hukum, dan likuiditas pasar modal, sehingga mendorong pengembangan pasar modal nasional yang semakin kredibel, berintegritas, dan berdaya saing global.

ACMF merupakan forum regulator pasar modal dengan 11 negara anggota ASEAN, di mana OJK secara aktif terlibat dalam seluruh kelompok kerja dan pertemuan tingkat tinggi.

Dukungan ini disampaikan dalam 45th ACMF Chairs Meeting yang berlangsung di Manila, Filipina, pada 25 Oktober 2026. Pertemuan dipimpin oleh Securities and Exchange Commission (SEC) Filipina dan dihadiri para pimpinan otoritas pasar modal ASEAN, termasuk OJK, untuk membahas integrasi, ketahanan, dan keberlanjutan pasar modal kawasan.

Dalam pernyataan resminya, ACMF menegaskan dukungan terhadap langkah reformasi strategis Indonesia yang dinilai mampu membawa pengembangan pasar modal nasional ke tingkat lebih tinggi.

ACMF juga mengakui kemajuan regulasi yang telah dilakukan Indonesia serta menekankan pentingnya keberhasilan dan dampak jangka panjang dari reformasi tersebut.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan apresiasi atas dukungan ACMF. “Dukungan ini merupakan pengakuan regional atas komitmen Indonesia dalam memperkuat integritas, kredibilitas, dan daya saing pasar modal. Momentum ini akan kami manfaatkan untuk terus melanjutkan agenda reformasi secara konsisten dan berkelanjutan,” ujar Friderica.

OJK menegaskan komitmennya melanjutkan agenda reformasi melalui penguatan tata kelola, peningkatan kualitas keterbukaan informasi, efektivitas pengawasan dan penegakan hukum, serta pengembangan struktur pasar yang semakin transparan, likuid, dan efisien.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menambahkan: “Langkah reformasi yang kami jalankan bertujuan memperkuat perlindungan investor, meningkatkan kepercayaan pelaku pasar, serta memastikan pasar modal Indonesia berkembang sesuai praktik terbaik dan standar internasional.”

Selain mendukung Indonesia, ACMF juga membahas kemajuan implementasi ACMF Action Plan 2026–2030. Agenda tersebut mencakup peningkatan konektivitas pasar modal, pengembangan keuangan berkelanjutan, penguatan tata kelola perusahaan, pengembangan pasar modal syariah, serta kerja sama pengawasan dan penegakan hukum.

Dalam aspek konektivitas, ACMF melanjutkan sejumlah inisiatif strategis seperti Depositary Receipt Issuance Handbook, Roadmap for ASEAN Cross-Listings, ASEAN Indices, dan ASEAN Collective Investment Schemes.

Inisiatif ini bertujuan memperluas akses investasi lintas negara sekaligus memperkuat posisi ASEAN sebagai kawasan tujuan investasi global.

ACMF juga menekankan pentingnya pengembangan keuangan berkelanjutan, peningkatan kualitas pengungkapan informasi keberlanjutan, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik untuk mendukung kredibilitas dan daya tarik pasar modal ASEAN.

OJK menegaskan akan terus berpartisipasi aktif dalam berbagai inisiatif ACMF dan memperkuat kerja sama dengan otoritas pasar modal di kawasan.

“Melalui penguatan reformasi domestik dan kerja sama regional, kami optimistis pasar modal Indonesia dapat meningkatkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat posisinya dalam ekosistem pasar modal ASEAN dan global,” tutup Friderica.***

Berita Lainnya

Terkini