Operasi SAR KMP Cemerlang Berakhir, Korban Ditemukan Mengapung 2,5 NM dari Lokasi Kejadian

Jenazah korban penumpang KMP cemerlang ditemukan terapung di perairan Gilimanuk, sekitar 2,5 nautical mile (NM) sebelah barat dari lokasi kejadian awal pada koordinat 8°07'58.74"S – 114°25'54.54"E.

4 Oktober 2026, 00:56 WIB

Jembrana – Operasi Search and Rescue (SAR) hari kelima terhadap seorang penumpang KMP Cemerlang yang terjatuh di perairan sekitar Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR gabungan pada Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 15.10 Wita.

Jenazah korban ditemukan terapung di perairan Gilimanuk, sekitar 2,5 nautical mile (NM) sebelah barat dari lokasi kejadian awal pada koordinat 8°07’58.74″S – 114°25’54.54″E.

Berdasarkan identifikasi, korban terkonfirmasi bernama Rizki Firmansyah, seorang warga asal Jombang, Jawa Timur, yang sebelumnya dikabarkan jatuh ke laut pada hari Minggu (27/9/2026).

Proses pencarian pada hari kelima dimulai sejak pagi hari pukul 09.15 Wita. Rigid Inflatable Boat (RIB) 01 Gilimanuk dari Pos SAR Jembrana bertolak dari Dermaga Teluk Waterbee untuk melakukan penyisiran di area perairan. Secara paralel, enam personel tim SAR gabungan melaksanakan penyisiran darat di kawasan pesisir Pantai Penginuman, yang turut diperkuat oleh pemantauan udara menggunakan drone.

Upaya penyisiran kemudian diperkuat satu jam kemudian dengan diterjunkannya tim Sea Rider TNI AL dan Ship Tender Polairud Polres Jembrana.

Setelah sempat kembali ke darat dengan hasil masih nihil pada siang harinya, operasi dilanjutkan kembali pada pukul 14.20 Wita dengan pembagian sektor pencarian ke arah selatan dan utara.

Titik terang pencarian akhirnya muncul setelah petugas menerima informasi penting dari Stasiun Radio Pantai (SROP) Gilimanuk. Informasi tersebut menyebutkan adanya penemuan sesosok tubuh yang terapung di perairan sebelah barat lokasi kejadian oleh sebuah kapal yang melintas.

“Kami dapat info dari SROP menginfokan ke kami, kapal jalur Nusa menemukan ada yang terapung di Perairan Gilimanuk, dan kebetulan tim SAR gabungan melakukan penyisiran ke arah utara dan langsung untuk membantu proses evakuasi,” terang Dewa Hendri Gunawan, Koordinator Pos SAR Jembrana, saat menjelaskan kronologi penemuan korban.

Mendapat laporan tersebut, tim SAR gabungan yang berada di sekitar lokasi langsung bergerak cepat menggunakan RIB 01 Gilimanuk dan Ship Tender untuk melaksanakan evakuasi. Korban berhasil dievakuasi dan tiba di Teluk Waterbee pada pukul 15.30 Wita.

Usai dievakuasi dari perairan, jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Jembrana menggunakan ambulans Dokkes Polres Jembrana guna menjalani proses penanganan medis lebih lanjut.

Kesuksesan operasi pencarian dan evakuasi ini merupakan hasil sinergi dari berbagai unsur SAR gabungan yang terlibat, yang terdiri dari Pos SAR Jembrana, TNI AL Pos Gilimanuk, Polairud Polres Jembrana, Direktorat Polairud Polda Bali, serta Brimob Batalyon C Gilimanuk. ***

 

 

Berita Lainnya

Terkini