Tim SAR Gabungan Intensifkan Pencarian Nelayan Asal Jembrana yang Hilang di Perairan Medewi

Seorang nelayan dilaporkan hilang setelah jukung yang digunakannya untuk melaut ditemukan terombang-ambing tanpa awak di Perairan Pantai Medewi, Jembrana

2 Agustus 2026, 06:46 WIB

Jembrana – Tim SAR gabungan mengerahkan berbagai potensi dan metode pencarian untuk menemukan Asmuri (43), seorang nelayan asal Banjar Pesinggahan, Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana.

Korban dilaporkan hilang setelah jukung yang digunakannya untuk melaut ditemukan terombang-ambing tanpa awak di Perairan Pantai Medewi, Sabtu (1/8/2026).

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima informasi tersebut pada pukul 05.45 Wita dari Polairud Polres Jembrana.

Korban diketahui berangkat melaut seorang diri pada hari Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 23.00 Wita.

Berselang satu jam kemudian, tepatnya pukul 00.00 Wita, nelayan setempat menemukan jukung korban dalam keadaan kosong dan terombang-ambing sekitar 100 meter ke arah selatan dari bibir pantai. Korban diduga terjatuh ke laut saat tengah mencari ikan.

Menanggapi laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar langsung berkoordinasi dengan Polairud Polres Jembrana dan Kelompok Nelayan Pantai Medewi.

Sebanyak tujuh personel Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana diterjunkan ke lokasi dan tiba untuk menggelar taktik strategi operasi.

Operasi hari pertama dimulai dengan menurunkan satu unit rubber boat dari Pantai Yeh Sumbul pada pukul 07.20 Wita yang diawaki oleh tiga personel.

Terkait awal mula operasi ini, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menerangkan:

“Satu unit rubber boat yang diawaki 3 personel memulai pencarian pada pukul 07.20 Wita.”

Setelah melakukan penyisiran di sekitar lokasi dugaan korban terjatuh selama lebih dari dua jam, tim sempat kembali merapat dengan hasil masih nihil.

Operasi kemudian diperluas melalui penyisiran darat di seputaran kawasan pantai dari Pantai Yeh Sumbul ke arah barat sejauh kurang lebih dua kilometer, serta menggali informasi dari wisatawan dan masyarakat sekitar.

Memasuki pukul 14.20 Wita, SRU (Search and Rescue Unit) darat kembali bergerak ke arah barat yang dipadukan dengan pemantauan udara menggunakan drone thermal di sekitar Pantai Yeh Sumbul.

Kendati demikian, pencarian udara tersebut belum juga membuahkan hasil, hingga akhirnya tim SAR gabungan kembali ke titik awal pada pukul 15.25 Wita.

Operasi SAR hari pertama melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur gabungan, yang meliputi:

Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana

TNI dan Polri (Babinsa Medewi, Bhabinkamtibmas Medewi, Polres Jembrana/Satsamapta, Polairud Polres Jembrana, Polsek Pekutatan, Brimob Kompi C Gilimanuk, Pos TNI AL Pengambengan, serta Ditpolair Polda Bali)

Pemerintah dan Relawan (BPBD Kabupaten Jembrana, PMI Kabupaten Jembrana, Potensi SAR 115)

Masyarakat serta Kelompok Nelayan setempat

Hingga pencarian hari pertama ditutup, korban belum berhasil ditemukan. Terkait komitmen tim di lapangan, I Nyoman Sidakarya menegaskan pihaknya berupaya semaksimal mungkin dalam menggerakkan seluruh sumber daya yang ada:

“Operasi pencarian dilaksanakan secara maksimal dengan mengerahkan seluruh potensi SAR yang tersedia serta melibatkan berbagai unsur SAR gabungan, “ ujar Sidakarya.

Tim SAR gabungan dijadwalkan akan kembali melanjutkan operasi pencarian pada hari berikutnya dengan memperluas area penyisiran serta mengoptimalkan koordinasi bersama unsur terkait dan masyarakat pesisir di sekitar lokasi kejadian. ***

 

 

Berita Lainnya

Terkini