Bupati Jembrana ke Mahasiswa KKN UGM: Jangan Cuma Foto, Bawa Solusi Nyata!

Bupati Jembrana Made Kembang Hartawan menekankan kehadiran mahasiswa KKN harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

25 Juni 2026, 20:20 WIB

Jembrana – Saat menyambut mahasiswa KKN Universitas Gadjah Mada (UGM) di Bupati Jembrana, Kembang Hartawan, memberikan tantangan bagi para mahasiswa yang akan bertugas.

Kata Kembang Hartawan, jangan hanya datang untuk cari pengalaman, tapi pulanglah dengan membawa solusi.

Dalam pertemuan di rumah jabatan, Kembang menekankan kehadiran mahasiswa harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia mewajibkan para mahasiswa untuk menyusun laporan kebijakan (policy brief) dari hasil pengabdian mereka di desa.

“Jangan pulang cuma bawa kenangan. Bawa solusi yang bisa saya pakai untuk mengambil kebijakan. Kalau cuma datang, foto, lalu pulang, lebih baik tidak usah KKN,” tegas Kembang dengan nada serius namun santai 24 Juni 2026.

Ia juga berpesan agar mahasiswa tidak bekerja sendirian, melainkan harus melibatkan warga lokal sejak awal—mulai dari mencari masalah hingga menyusun solusinya.

Menanggapi arahan tersebut, Dosen Pembimbing Lapangan KKN UGM, drg. Trianna Wahyu Utami, menyambut positif keinginan Bupati. Pihaknya bahkan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.

Trianna mengungkapkan, UGM siap mengirim lebih banyak mahasiswa ke titik lain di Jembrana, asalkan Pemkab mengajukan daftar masalah prioritas yang perlu ditangani.

“Silakan tentukan butuh di sektor apa, nanti kami sesuaikan,” ujarnya.

Salah satu kabar paling menggembirakan adalah tawaran skema afirmasi pendidikan dokter dan dokter gigi khusus bagi putra daerah Jembrana.

Program ini digadang-gadang sebagai solusi untuk mengatasi krisis tenaga kesehatan di wilayah tersebut.

Langkah Bupati Jembrana yang mewajibkan laporan kebijakan ini dinilai sebagai terobosan menarik.

Selama ini, hasil laporan KKN seringkali hanya “mengendap” di rak perpustakaan kampus. Dengan sistem ini, hasil riset mahasiswa bisa langsung dieksekusi oleh Pemkab sebagai dasar pembangunan daerah.

Model kolaborasi ini diharapkan bisa menjadi percontohan bagi daerah lain: kampus mendapatkan lahan pengabdian, pemerintah daerah mendapatkan solusi berbasis riset yang terjangkau, dan masyarakat merasakan manfaat langsung.

Adapun tim KKN UGM Unit BA 007 dijadwalkan akan mengabdi di Kecamatan Melaya selama 50 hari ke depan, dengan fokus utama pada isu kesehatan, penanganan sampah, penghijauan, serta digitalisasi desa. ***

Berita Lainnya

Terkini