![]() |
| Pangdam Widodo dalam rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Ruang Rupatama Mapolda Jatim. Kamis, 17 Agustus 2020/ist. |
Surabaya – Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Widodo Iryansyah
mengingatkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan karenanya jangan
sampai mereka pergi masuk Kota Surabaya jika tidak menggunakan masker.
Widodo mengungkapkan, dirinya telah menyiagakan ribuan personel TNI yang
nantinya akan bersinergi dengan pihak Kepolisian dan instansi terkait dalam
rangka upaya pemutusan rantai pandemi di Surabaya Raya.
Hal itu, dikatakan Pangdam Widodo dalam rapat koordinasi penanganan Covid-19
di Ruang Rupatama Mapolda Jatim. Kamis, 17 Agustus 2020.
“Ibarat kalau TNI-Polri latihan, menghancurkan dulu centralnya. Kekuatan
Covid-19 sekarang ada di Surabaya. Kita hancurkan dulu. Kemarin saya sudah
diskusi kecil dengan Kapolda,” katanya menegaskan.
Dalam razia yustisi protokol kesehatan di Surabaya Raya, pihaknya telah
menyiagakan ribuan personel khusus dalam rangka mensukseskan yustisi yang
rencananya akan berjalan selama 14 hari,
“Khusus untuk 750 personel di Surabaya, 500 di Sidoarjo dan 500 di Gresik,”
ungkapnya.
Selama pelaksanaan razia itu, Mayjen TNI Widodo telah mempersiapkan jam
operasional personel yang nantinya akan terus bersiaga selama 24 jam di
beberapa titik wilayah di Surabaya Raya. “Jadi nanti, satu shift 8 jam,”
jelasnya.
Dikatakan Pangdam jika nantinya terdapat beberapa titik wilayah yang menjadi
prioritas pelaksanaan operasi itu. Selain jalan protokol, masyarakat yang
hendak ke Surabaya melalui pintu tol, juga menjadi sasaran razia protokol
kesehatan itu.
“Bagi pelanggar, kita hukum. Jadi masyarakat berpikir, jangan coba-coba ke
Surabaya kalau nggak pakai masker,” tegas Widodo. (rhm)

