Pemeriksaan Rapid Antigen Penumpang Diperketat di Pintu Masuk Bali

29 Desember 2020, 21:26 WIB

Penumpang yang tidak membawa persyaratan untuk masuk ke Bali berupa
rapid antigen diarahkan untuk melakukan pemeriksaan di Lab Klinik Kimia
Farma/ist

Gilimanuk – Petugas gabungan terus mengintensifkan pengawasan terhadap
arus mobilitas penumpang atau orang di pintu-pintu masuk Bali saat libur
panjang Natal dan Tahun Baru 2021.

Sejak dikeluarkannya Surat Edaran Gubernur Bali No. 2021 tahun 2020 tentang
Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut
Tahun Baru 2021 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, Pemerintah
Provinsi Bali terus berupaya menegakkan implementasi SE tersebut.

Demikian dijelaskan Kasat Pol PP Pemprov Bali Dewa Nyoman Rai Darmadi di ruang
kerjanya, Denpasar, Selasa (29/12/2020).

Menurutnya, Satpol PP yang bertugas mengecek di pintu-pintu masuk Bali juga
melibatkan unsur TNI/Polri dan petugas di pintu masuk Bali. Seperti halnya
yang dilaksanakan pada Senin (28/12).

“Petugas kami bersama dengan TNI/Polri dan KKP turun langsung mengecek
penerapan SE Gub no 2021 tersebut di Pos Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan
Lab Klinik Kimia Farma Pelabuhan Gilimanuk – Jembrana,” jelasnya.

Penumpang yang tidak membawa persyaratan untuk masuk ke Bali berupa rapid
antigen diarahkan untuk melakukan pemeriksaan di Lab Klinik Kimia Farma.

“Dari 476 penumpang yang melaksanakan pemeriksaan rapid antigen, 474 di
antaranya negatif dan 2 lainnya positif,” imbuhnya seraya menyampaikan jika
penumpang yang positif diserahkan ke KKP agar segera dipulangkan ke tempat
asalnya.

Lebih lanjut ia pun menegaskan, selama SE Gubernur berlaku dari tanggal 18
Desember 2020 hingga hingga 4 Januari 2021, maka untuk perjalanan darat, surat
rapid antibody sudah tidak berlaku.

Seperti ditemukan di lapangan, terdapat satu bus dengan 180 penumpang yang
hanya mengantongi surat rapid antibody. “Sesuai aturan kami arahkan untuk
melaksanakan rapid antigen di Lab Klinik Kimia Farma. Namun, karena mereka
menolak maka dengan terpaksa mereka harus dipulangkan,” bebernya.

Rai Darmadi mengatakan jika penegakan SE Gub Bali No 2021 ini semata-mata
dilakukan untuk melindungi masyarakat Bali dari ancaman penyebaran Covid-19.

“Seperti yang kita ketahui trend penyebaran Covid-19 akhir-akhir ini memang
cenderung naik, tidak hanya di Bali tapi di seluruh Indonesia. Maka sesuai
dengan arahan pusat, pengetatan ini perlu dilaksanakan menyusul libur panjang.

Selain implementasi SE Gubernur tersebut, petugas gabungan juga memonitoring
pelaksanaan protocol kesehatan sesuai dengan Pergub Bali no 46 tahun 2020
tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai
Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

“Petugas kami di pelabuhan tidak menemukan pelanggaran prokes. Semua memakai
masker, hanya ada sekitar 6 orang yang tidak memakai masker dengan benar dan
sudah ditegur secara lisan,” jelasnya.

Kasat Pol PP Dewa Rai Darmadi berharap, berbagai upaya dan kerja sama semua
pihak, baik masyarakat maupun pemerintah penyebaran virus berbahaya ini bisa
ditekan.

Sembari menunggu vaksin, hal yang harus kita lakukan saat ini adalah taat
terhadap prokes, serta dilakukan dengan penuh tanggung jawab. “Jika semua
sudah menjalankan, kami yakin bisa menekan penyebara Covid-19 terutama di
Bali,” tandasnya. (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini