Percepat Pemulihan Layanan BBM di Bali, Pertamina Patra Niaga Gelontorkan 20 Juta Liter Pertalite

Kapal MT Pangkalan Brandan bersandar di Integrated Terminal (IT) Manggis dengan membawa 16 juta liter Pertalite, sementara MT Asian Rigel membawa 4 juta liter Pertalite ke Fuel Terminal (FT) Sanggaran

17 Oktober 2026, 06:49 WIB

Denpasar – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus terus bergerak cepat mempercepat pemulihan layanan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Wilayah Bali. Langkah ini ditempuh melalui penguatan pasokan, perpanjangan jam operasional SPBU, hingga peningkatan kesiapan armada serta personel guna mengurai antrean dan memenuhi kebutuhan energi masyarakat.

Sebagai bentuk aksi nyata penguatan pasokan, dua kapal pengangkut BBM telah resmi bersandar di Bali pada Jumat (16/10/2026).

Kapal MT Pangkalan Brandan bersandar di Integrated Terminal (IT) Manggis dengan membawa 16 juta liter Pertalite, sementara MT Asian Rigel membawa 4 juta liter Pertalite ke Fuel Terminal (FT) Sanggaran. Masuknya dua kapal ini secara langsung menambah pasokan Pertalite sebesar 20 juta liter di Pulau Dewata.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa langkah penggelontoran pasokan ini disesuaikan dengan tingkat konsumsi harian serta guna menyelesaikan lonjakan permintaan yang sempat tertunda.

“Rata-rata konsumsi harian Pertalite di Bali mencapai sekitar 2,2 juta liter yang dipenuhi melalui IT Manggis dan FT Sanggaran. Sementara itu, dalam tiga hari terakhir, yakni 13–15 Oktober, rata-rata penyaluran Pertalite ke SPBU telah kami tingkatkan hingga mencapai sekitar 3 juta liter per hari. Penyaluran di atas rata-rata normal ini dilakukan untuk merespon dan memenuhi permintaan masyarakat yang sempat tidak terlayani saat stok SPBU kosong,” ujar Ahad.

Tidak berhenti di situ, Pertamina Patra Niaga menargetkan penambahan stok Pertalite hingga mencapai 48 juta liter pada 17 Oktober 2026. Angka tersebut setara dengan ketahanan pasokan selama dua minggu dalam kondisi aman, sehingga ketersediaan BBM di tengah masyarakat dapat dipastikan benar-benar stabil.

Dari sisi pelayanan langsung di lapangan, sebanyak 66 SPBU di wilayah krusial kini disiapkan beroperasi penuh selama 24 jam. Penyiagaan ini mencakup 42 SPBU di Kota Denpasar dan 24 SPBU di Kabupaten Badung guna memecah pemusatan antrean kendaraan.

Guna memastikan rantai distribusi berjalan tanpa henti, operasional IT Manggis dan FT Sanggaran dipastikan beroperasi 24 jam nonstop dengan dukungan 108 mobil tangki serta 465 awak mobil tangki. Kesiapan armada ini turut diperkuat melalui BKO (Bantuan Kendaraan Operasional) berupa pengalihan sebagian mobil tangki dari Banyuwangi ke Bali. Pertamina juga menjalin kolaborasi dengan Kodam IX/Udayana untuk penyiapan personel operasional dan pengemudi cadangan dengan tetap memprioritaskan aspek keselamatan kerja.

Di samping itu, demi menjaga keadilan distribusi dan kelancaran antrean, Pertamina Patra Niaga bersama Pemerintah Provinsi Bali menyepakati kebijakan pembatasan pembelian BBM harian.

Pengaturan yang telah disetujui oleh Gubernur Bali ini menetapkan batas pengisian maksimal 20 liter untuk kendaraan roda empat dan maksimal 3 liter untuk kendaraan roda dua.

“Kami terus mengevaluasi kondisi di lapangan dan berkoordinasi erat dengan para pemangku kepentingan agar seluruh langkah penanganan berjalan sesuai kebutuhan lapangan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang sempat dirasakan warga, sekaligus menyampaikan terima kasih atas pengertian dan dukungan masyarakat selama proses pemulihan ini,” tambah Ahad.

Pertamina mengimbau masyarakat Bali untuk tetap tenang dan membeli BBM secara bijak sesuai kebutuhan normal. Pembaharuan informasi terkait titik SPBU yang beroperasi dapat diakses melalui Instagram resmi @patraniaga.jatimbalinus dan @pertaminabali, atau melalui Pertamina Contact Center di nomor 135.***

Berita Lainnya

Terkini