Pertamina Unjuk Gigi Inovasi Energi Bersih Subak Sembung di Hadapan 150 Delegasi ASCOPE 2026

Uma Palak Lestari menunjukkan bagaimana pemanfaatan energi bersih dapat mendukung produktivitas pertanian sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

17 Oktober 2026, 08:02 WIB

Denpasar— PT Pertamina Patra Niaga melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai mematangkan persiapan penyambutan sekitar 150 delegasi ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE). Para delegasi dari negara-negara anggota ASEAN tersebut dijadwalkan meninjau langsung kawasan Subak Sembung, Denpasar Utara, Bali, pada 28 Oktober 2026.

Kunjungan internasional ini difokuskan pada program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Uma Palak Lestari”, sebuah model pemberdayaan masyarakat yang berhasil memadukan inovasi energi terbarukan dengan kearifan lokal pertanian dan ketahanan pangan berkelanjutan.

Menjelang hari pelaksanaan, Pertamina Patra Niaga AFT Ngurah Rai mengintensifkan koordinasi bersama Pemerintah Kelurahan dan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Uma Palak Lestari.

Langkah ini mencakup penataan area persawahan Subak Sembung agar siap menjadi lokasi percontohan (living lab) yang memperlihatkan integrasi teknologi ramah lingkungan dalam aktivitas harian petani.

Melalui pendekatan “Swasembada Energi untuk Ketahanan Pangan”, program Uma Palak Lestari mengoperasikan gabungan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).

Salah satu terobosan utamanya adalah teknologi SIUMA (Suplai Energi Manajemen Irigasi Uma Palak), yakni sistem pompa air berbasis energi surya yang terintegrasi dengan empat sensor kelembapan tanah untuk mengoptimalkan irigasi secara otomatis, terutama di lahan yang rawan kekeringan.
Tak hanya untuk irigasi, pasokan listrik bersih tersebut juga menggerakkan peralatan mekanisasi pertanian modern, seperti traktor listrik, mesin perontok padi, pengering gabah, hingga mesin pengolah beras (selep). Selain itu, sebanyak 43 titik lampu penerangan Jalan Usaha Tani kini ditenagai oleh energi terbarukan demi menunjang kenyamanan serta efisiensi kerja para petani.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa kesiapan ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk menghadirkan solusi energi berkelanjutan yang berdampak langsung pada masyarakat.

Uma Palak Lestari menunjukkan bagaimana pemanfaatan energi bersih dapat mendukung produktivitas pertanian sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Kami berharap kunjungan delegasi ASCOPE dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan inovasi lokal Bali yang dikembangkan melalui kolaborasi antara Pertamina, pemerintah, petani, dan masyarakat,” ujar Ahad.
Di sisi lain, keasrian dan modernisasi kawasan Subak Sembung turut membawa dampak positif pada perekonomian lokal.

Lokasi ini kini berkembang menjadi kawasan favorit warga untuk berolahraga dan berwisata ekologi, yang secara langsung membuka peluang usaha baru bagi UMKM, pengelola parkir, dan pelaku jasa di sekitarnya.

Melalui forum ASCOPE 2026, Pertamina Patra Niaga berharap praktik baik dari Subak Sembung ini dapat menginspirasi negara-negara di kawasan ASEAN mengenai peran strategis sektor energi dalam memperkuat ketahanan pangan, memberdayakan warga, serta melestarikan lingkungan.***

Berita Lainnya

Terkini